8 Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Tawaran pinjaman online (pinjol) semakin marak di masa pandemi Covid-19 ini. Tak jarang, banyak di antaranya merupakan pinjaman online ilegal yang terus menghantui dan menjamur di tengah masyarakat. Upaya pemblokiran pun oleh otoritas yang berkaitan tak mampu membendung munculnya produk pinjaman yang menawarkan bunga selangit itu.

Maka dari itu, untuk mencegah dan mengantisipasi banyaknya korban pinjol ilegal yang tidak terdaftar dan tidak berizin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maka pihaknya memaparkan ciri-ciri pinjol yang ilegal. Simak penjelasannya berikut.

Pertama, aplikasi atau website pemnyedia jasa pinjaman online ilegal pastinya tidak berizin, terdaftar, dan diawasi oleh OJK. Sampai tanggal 8 September 2021, jumlah pinjol resmi yang terdaftar di OJK hanya ada 107 perusahaan atau entitas dengan jenis usaha syariah dan konvensional. Selain itu, masyarakat juga bisa mengakses daftar pinjol yang resmi secara berkala melalui kanal resmi www.ojk.go.id

Kedua, biasanya pinjol ilegal menawarkan jasanya secara online melalui broadcast via SMS ataupun aplikasi WhatsApp. Jika Anda mendapatkan broadcast tersebut, sudah dipastikan itu pinjol ilegal dan jangan sekali-kali meng-klik link yang diberikan.

Ketiga, pinjol ilegal memberikan bunga dan denda yang wajar artinya lebih tinggi dari biasanya sekitar 3-4 persen per hari tak jarang ada yang mencapai 5 persen per harinya.

Keempat, pinjol ilegal biasanya membebankan pengguna yang menggunakan jasa pinjamannya dengan adanya biaya-biaya tambahan yang sangat tinggi. Jika Anda atau pengguna menemukan biaya tambahan lainnya hingga mencapai 40 persen dari total nilai pinjaman, sudah bisa dipastikan bahwa pinjol tersebut adalah ilegal.

Kelima, untuk tenor waktu biasanya sangat singkat bahkan tidak sesuai di perjanjian atau kesepakatan awal. Sehingga membebankan pihak yang menggunakan jasa pinjaman tersebut.

Keenam, pinjol tak resmi akan meminta akses data pribadi yang tak wajar seperti mengakses daftar kontak telepon, galeri foto dan video, bahkan hingga lokasi pengguna akan diminta oleh pihak pinjol ilegal apabila terjadinya gagal bayar maka akan terus-menerus untuk diteror.

Ketujuh, ketika melakukan penagihan pembayaran, tak jarang pihak pinjol ilegal akan melakukan teror dan intimidasi hingga pelecehan baik verbal maupun non verbal kepada si pengguna jasanya atau peminjam.

Kedelapan, pinjol ilegal dipastikan tidak memiliki fitur atau layanan pengaduan dari customer service sewaktu-waktu peminjam mempunyai kendala dan kantor yang jelas.

Tips dari OJK Agar Terhindap dari Pinjol Ilegal

Tips dari OJK Agar Terhindap dari Pinjol Ilegal

Selain itu juga, OJK memberikan tips agar terhindar dari jeratan pinjol ilegal. Tips tersebut diantaranya ialah tidak mengklik link atau menghubungi kontak yang tertera pada SMS atau WhatsApp yang tidak dikenal. Lalu pengguna jangan mudah tergoda dengan penawaran ilegal dengan penawaran pinjol ilegal yang ditawarkan melalui pesan singkat yang menawarkan jasa pinjaman online cepat dan mudah tanpa adanya jaminan. Kemudian, apabila Anda mendapatkan SMS atau chat WhatsApp terkait pinjaman online, segeralah hapus pesan tersebut dan bila perlu memblokir nomor tersebut. Cek legalitas perusahaan sebelum mengajukan pinjaman online dan pastikan jika ingin menggunakan jasa pinjaman online sesuai kebutuhan dan kemampuan untuk bisa melunasinya.

Pihak OJK tak henti-hentinya mengimbau masyarakat luas untuk bersikap bijak dalam melakukan pinjaman online. Kemudian OJK juga membuka layanan pengaduan pinjol ilegal melalui telepon 157, WhatsApp 081 157157157 dan surel konsumen@ojk.go.id.

Baca artikel lain: Akulaku Finance Yakin Bisnis PayLater Akan Meningkat di Tahun 2021

Masyarakat juga bisa membuka pengaduan hingga memproses hukum pinjol ilegal melalui situs patrolisiber.id maupun surel info@cyber.polri.go.id.