Bank of China Didesak Berhenti Mendanai Proyek PLTU Batu Bara

Bank of China (BoC) disorot karena mendanai berbagai proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri. Maka dari itu sebagai gantinya, Bank of China diminta untuk mendukung energi bersih dan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

Kelompok yang mendesak Bank of China untuk berhenti mendanai proyek-proyek tersebut ialah sejumlah kelompok dari 13 negara di Asia, Eropa, dan Afrika. Dikutip dari sumber terpercaya, mereka mengecam China karena mendanai pembangkit listrik tenaga batu bara tersebut untuk digantikan dengan energi-energi terbarukan dan energi bersih lainnya. Terutama sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative atau BRI).

Sementara itu, dari pihak China sudah mengatakan bahwa mereka akan menghormati hak masyarakat lokal untuk memutuskan jenis energi apa yang akan mereka gunakan dan mereka butuhkan. Kemudian surat itu sudah ditandatangani oleh organisasi dari beberapa negara BRI.

Surat tersebut berisikan untuk menunjukkan pertentangan yang meningkat terhadap batu bara terutama di sejumlah negara-negara berkembang. Namun Liu Jin, Presiden Bank of China (BoC) enggan untuk mengomentari surat itu. Dirinya hanya mengatakan pada akhir bulan Agustus, pihaknya sudah secara bertahap untuk mengurangi bagian dari total kredit yang diberikan kepada proyek-proyek PLTU batu bara tersebut selama periode tahun 2021 hingga 2025.

Baca juga: Wow! Uang Koin Jadul Indonesia Dijual hingga Ratusan Juta di Markerplace

Di sisi lain, Julien Vincent mengatakan bahwa lusinan pembangkit tenaga listrik batu bara tidak akan bisa berjalan tanpa adanya dukungan dari bank. Organisasi yang berasal dari Australia yang bernama Market Forces selalu berkampanye untuk menentang pembiayaan bahan bakar yang terbuat dari fosil.

Bank of China Enggan Mengomentari Surat Perjanjian

Bank of China Enggan Mengomentari Surat Perjanjian 

“Pernyataan narasi tentang batu bara dari para pemimpin bisnis dan keuangan China sangatlah jelas berubah, akan tetapi tindakannyalah yang benar-benar penting,” jelasnya.

Lembaga keuangan China secara bertahap dan perlahan-lahan sudah beralih dari batu bara. Industrial and Commercial Bank of China yang merupakan bank terbesar di dunia berdasarkan aset yang dimiliki. Sudah berjanji untuk menyusun rencana dan peta jalan untuk mengubah diri dari batu bara.

Diperkirakan total pembiayaan luar negeri Bank of China untuk proyek-proyek batu bara tersebut tercatat sudah sejak perjanjian iklim Paris pada tahun 2015 lalu yang mencapai nominal hingga USD 35 miliar. Tidak sesuai dengan ambisi dan tujuan perubahan iklim China,” tulis surat dari 25 organisasi non pemerintah tersebut.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa ada sekitar 130 lembaga keuangan yang sudah bulat memustuskan untuk membatasi investasi bahan bakar fosil, dan Bank of China wajib mengikuti aturan tersebut.

Dalam rekomendasi yang diterbitkan pekan lalu, sebuah badan penasihat pemerintah juga meminta China untuk “membatasi dan secara bertahap menghentikan” penggunaan dana publik dalam investasi pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri, dan mendorong bank-bank pemerintah untuk membuat komitmen serupa.