BTN Buka Suara soal Nasabah Jiwasraya yang Menggugat Sebesar Rp. 488 Juta

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN mengatakan bahwa pihakny abelum menerima gugatan yang dilayangkan oleh nasabah Jiwasraya yakni Tejdo Supriyanto di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (JakPus). Perlu diketahui, perusahaan akan terus mengikuti proses jalannya hukum yang berlaku di Indonesia.

Bank BTN bukan satu-satunya pihak yang tergugat dari kasus ini. Tedjo, selaku penggugat, juga melayangkan gugatannya dan melaporkan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero). Kedua perusahaan yakni BTN dan Jiwasraya digugat karena dianggap melawan hukum dengan nominal uang sebesar Rp. 488 juta.

Ari Kurniawan, selaku Sekretaris Bank BTN mengungkapkan bahwa BTN dan Jiwasraya merupakan mitra bancassurance. BTN menjadi pihak yang turut memasarkan produk-produk dari perusahaan Jiwasraya.

“Kerja sama dan kolaborasi tersebut dilakukan dengan model bisnis referensi dan BTN, dan BTN hanya sebatas untuk bertugas memasarkan produk asuransi yang dimiliki oleh Jiwasraya,” ungkap Ari pada Kamis (23/9/2021).

Maka dari itu, Ari mengklaim bahwa persoalan yang dialami oleh Tedjo menjadi kewenangan dan tanggung jawab dari piha Jiwasraya. Hal tersebut dikarenakan BTN hanya sekadar membantu memasarkan produk-produk yang berasal dari Jiwasraya.

“Lagi pula BTN sama seperti dengan bank-bank lain yang bekerja sama menjadi mitra Jiwasraya dan tugasnya ialah memfasilitasi pertemuan antar kedua belah pihak yaitu nasabah dengan pihak Jiwasraya,” ujar Ari.

Permasalahan yang terkait pada pihak Jiwasraya, seharusnya juga sudah menjadi perhatian dari pemerintah. Dengan begitu, pemerintah menginisiasi program restrukturisasi untuk menyelesaikan permasalahan di Jiwasraya.

Di lain sisi, Kompyang Wibisana selaku Sekretaris Perusahaan dari PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) menjelaskan bahwa pihaknya harus berkoordinasi terlebih dahulu terkait dari gugatan yang dilayangkan kepada pihaknya tersebut.

Namun, ia tidak mengatakan jawaban dengan pasti apakah manajemen sudah mendapatkan surat gugatan tersebut atau belum menerimanya. “Saya akan koordinasikan dulu,” kata Kompyang.

Perlu diketahui sebagai informasi, bahwa BTN dan Jiwasraya digugat senilai Rp. 488 juta Ke PN Jakarta Pusat dengan Gugatan dugaan perbuatan yang melawan hukum. Gugatan tersebut sudah terdaftar dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Dikutip dari halaman resmi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada hari Kamis, 23 September 2021. Gugatan tersebut yang dilayangkan oleh Tedjo Supriyanto terdaftar di PN Jakarta Pusat dengan nomor 10/Pdt.G.S/2021/PN Jkt.Pst tepat pada hari Rabu, 22 September 2021.

Isi Petitum yang Dilayangkan oleh Tedjo Supriyanto

Isi Petitum yang Dilayangkan oleh Tedjo Supriyanto 

Dalam suratnya, Tedjo selaku penggugat meminta kepada pihak PN Jakarta Pusat untuk menerima dan mengabulkan seluruh gugatannya ini. Lalu, setelah itu juga penggugat meninta PN Jakarta Pusat menyatakan bahwa pihak tergugat I (Jiwasraya) dan juga pihak tergugat II (BTN) terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum kepada pihak penggugat.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Kembali Mengapa Bank Century Bisa Bangkrut?

Kemudian, penggugat juga meminta PN Jakarta Pusat untuk segera menghukum Jiwasraya dan BTN secara tanggung renteng atau sendiri-sendiri dalam melunasi seluruh tagihan pokok investasi berikut denda sebesar Rp. 488 juta.

Selanjutnya, penggugat meminta PN Jakarta Pusat untuk menyatakan bahwa surat dengan nomor 00052/S/T/BRS/0121 tentang pemberitahuan atas restrukturisasi polis ialah perbuatan melawan hukum dan wajib dibatalkan demi hukum.

Penggugat juga meminta PN Jakarta Pusat untuk menghukum kedua pihak yakni Jiwasraya dan BTN yang membawa uang paksa atau dwangsom hingga mencapai Rp. 10 juta per harinya atas keterlambatan dalam menjalankan putusan PN Jakarta Pusat itu. Hal ini terhitung sejak dijatuhkan putusan oelh pengadilan dan juga penggugat meminta kepada Jiwasraya dan BTN untuk membayar seluruh biaya yang keluar dalam perkara ini.