Kategori: Berita Bisnis

Langkah-langkah Mengajukan KPR Rumah, Agar Cepat Disetujui

7 Langkah Mengajukan KPR Rumah, Agar Cepat Disetujui Bank

Sudah menjadi rahasia umum, jika harga rumah selalu naik tiap tahunnya. Semakin lama rumah menjadi barang yang mahal dan sulit untuk didapatkan. Kenaikan harga rumah tersebut disesuaikan oleh pendapatan upah karyawan tiap bulannya selama satu tahun di suatu daerah tertentu.

Oleh karena itu, tak menutup kemungkinan rumah bekas atau second bisa menjadi pilihan dalam memiliki bangunan rumah. Meski begitu, mendapatkan rumah bekas pun tidak selalu murah. Tapi setidaknya lumayan untuk dijangkau dan dapat ditawar dengan harga tertentu sesuai kesepakatan bersama.

Meski demikian, banyak dari sebagian orang sulit untuk membeli rumah bekas tersebut, dikarenakan tidak mempunyai uang tunai yang cukup besar, kisaran harganya tergantung kondisi rumah dari puluhan juta hingga ratusan juta.

Menjawab semua permasalahan tersebut, Kredit Perumahan Rakyat atau KPR menjadi salah satu solusinya. Jika Anda mempunyai keinginan untuk membeli rumah bekas, usahakan jangan tunda lagi. Karena seperti yang sudah disinggung diatas, semakin lama harga rumah kian naik.

Baca juga: Harus Tahu! Inilah 3 Cara Menghindari Penipuan Dari Halo BCA

Beberapa Langkah Mengajukan KPR Rumah, Simak Penjelasannya

Beberapa Langkah Mengajukan KPR Rumah, Simak Penjelasannya

1. Mencari dan Menggali Informasi Harga Rumah Bekas

Langkah yang pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari dan menggali informasi seputaran tentang rumah bekas yang akan Anda miliki. Usahakan sesuai dengan kebutuhan Anda seperti luas rumah, akses jalannya, konsep bangunan dari rumah tersebut dan lain-lain.

Untuk mendapatkan seputaran informasi tentang rumah bekas ini, Anda dapat mencarinya di situs-situs resmi bank, di majalah koran atau pun spanduk yang dipasang di beberapa titik lokasi. Bisa juga dari mulut ke mulut seperti info dari teman, kerabat dan keluarga lainnya.

2. Nego Harga Rumah

Jika Anda sudah mendapatkan satu atau beberapa rumah yang menurut Anda cocok, segera untuk menghubungi pemilik rumah tersebut yang akan menjual rumahnya atau pun penjual rumah. Atur jadwal ketemuan secara langsung untuk bisa survei lokasi rumah dan bernegosiasi harga rumahnya.

Dalam hal nego harga, pastikan Anda mempunyai kemampuan dalam bernegosiasi kepada penjual. Sehingga ketika rumah tersebut sudah sampai di tangan Anda tidak merasakan kecewa atau merasa dirugikan.

3. Buat Kesepakatan Serius

Ketika rumah yang Anda incar sudah didapat, pastinya uang yang harus Anda keluarkan sesuai dengan budget Anda. Kemudian, tahapan selanjutnya ialah membuat kesepakatan secara tertulis dan sah di mata hukum.

Biasanya dalam kesepatan itu, berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk dapat mengajukan KPR kepada bank yang bekerja sama. Jika sampai batas waktu yang ditentukan Anda tidak mendapatkan fasilitas KPR dari bank, rumah tersebut biasanya dapat perjualbelikan dengan bebas sesuai keinginan Anda begitupun sebaliknya.

4. Mengajukan KPR ke Bank

Pada langkah ini, Anda harus cermat dan teliti sebab membutuhkan tenaga yang ekstra dan waktu untuk mengurusi dokumen-dokumen penting yang akan Anda serahkan kepada pihak bank. Cari produk KPR yang sesuai dengan keadaan keuangan Anda, agar pada saat mencicil tiap bulannya Anda tidak mendapatkan kendala dalam membayar cicilan KPR tersebut.

Persiapkanlah dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR ini. Jangan sampai ada dokumen yang tidak sah menurut pihak bank.

5. Appraisal bank

Pada langkah ini, bank akan melakukan appraisal atau penilaian terhadap harga rumah bekas yang akan Anda miliki. Pihak bank akan melakukan kunjungan ke lokasi rumah yang ingin Anda beli, kemudian menentukan kelayakan harga hunian tersebut. Harga jual rumah bekas yang akan diberikan penjual kepada Anda biasanya lebih rendah.

Namun tidak menutup kemungkinan, bisa terjadi selisih harga yang sangat besar itu artinya Anda harus membayar selisih harga tersebut. Sebagai contoh, harga rumah bekas dijual Rp. 400 juta, sedangkan bank menilai Rp. 370 juta, itu artinya Anda harus membayar selisih harga tersebut sebesar Rp. 30 juta untuk bisa memiliki rumah tersebut.

6. Membuat Surat Persetujuan Kredit

Pada langkah ini pihak bank akan memberikan Surat Persetujuan Kredit (SPK), sebelum mencairkan kredit rumah tersebut. SPK tersebut berisi tentang syarat dan ketentuan, batasan, serta kewajiban Anda sebagai debitur.

Adapun rincian besaran cicilan KPR yang ada di dalam SPK tersebut, suku bunga, dan juga denda keterlambatan apabila Anda telat membayar cicilan dari waktu yang sudah ditentukan oleh bank tiap bulannya. Biaya lainnya seperti biaya administrasi, asuransi rumah bekas tersebut, biaya pajak dan provisi rumah juga ada di dalamnya.

Maka dari itu, Anda harus mempersiapkan dana untuk biaya-biaya tersebut selain dari pada dana untuk membayar selisih harga di atas. Agar pengajuan cicilan KPR rumah Anda berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala.

7. Melakukan Proses Akad KPR

Apabila semua langkah di atas sudah selesai, langkah terakhir ialah melakukan proses akad KPR. Artinya, perjanjian kredit antara pihak bank sebagai kreditur dengan Anda sebagai debitur. Pada proses ini, Anda akan didampingi oleh notaris yang bertujuan sebagai orang ketiga atau saksi dalam proses akad KPR ini.

Setelah proses ini selesai, pihak bank akan mengirim uang kepada penjual rumah atau pengembang, sementara notaris mengurus dokumen berupa surat balik nama.

Dokumen-dokumen penting ini akan dibawa oleh pihak bank sebagai penjaminan KPR diantaranya, Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), sertifikat rumah, dan Surat Pajak Bumi Bangunan (PBB) ialah pajak atas tanah dan/atau bangunan yang dikenakan kepada para pemilik properti. Pihak bank berhak menyita dokumen tersebut dalam waktu yang lama sampai proses cicilan KPR rumah lunas.

Tenang saja, biasanya Anda akan diberikan salinannya jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan dokumen tersebut untuk kepentingan pribadi.

Itulah beberapa langkah mengajukan KPR rumah, memang prosesnya cukup rumit dikarenakan besarnya harga rumah bekas tersebut hingga ratusan juta rupiah. Jika Anda ingin atau sedang dalam masa proses pengajuan KPR, lakukanlah dengan benar dan tepat serta sabar. Jika ditolak oleh satu bank, ada kemungkinan kesalahan dalam pengajuan Anda, usahakan perbaiki dan coba mengajukan di bank lain.

 

Mantap, Sepertinya Rupiah Mau Menguat Hari Ini!

Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 2 September 2021", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20210902/93/1436942/nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar-as-hari-ini-kamis-2-september-2021?utm_source=Desktop&utm_medium=Artikel&utm_campaign=BacaJuga_1. Author: Lorenzo Anugrah Mahardhika Editor : Hafiyyan Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini: Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Tampaknya pada hari ini Kamis (2/9/2021) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada awal transaksi mengalami penguatan 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp. 14.229 per dolar AS jika dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp. 14.255 per dolar AS.

FX Senior Dealer Bnak Sinarmas Deddy menuturkan pada hari kedua perdagangan September 2021 akan bergerak di kirsaran antara Rp. 14.250 – Rp. Rp. 14.350 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan mengalami pelemahan namun terbatas.” tuturnya pada Rabu (1/9/2021)

Sementara menurut pengamat pasar uang yakni Ariston Tjendra mengatakan bahwa dolar AS masih memperlihatkan kelemahan setelah data tenaga kerja AS versi swasta untuk bulan Agustus semalam dirilis jauh di bawah ekspektasi, yakni Rp. 374.000 versus Rp. Rp. 640.000.

“Hal ini mengindikasikan sektor tenaga kerja masih belum pulih seperti pada saat sebelum pandemi dn bisa menjadi alasan Bank Sentral untuk memperpanjang kebijakan suku bunga rendah.” tuturnya.

Nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS hari ini dengan indikasi di atas, menurutnya.

Baca juga: Survei Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Ini Dia Jawaranya!

“Namun penguatan mungkin terbatas karena pelaku pasar masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) versi pemerintah yang akan dirilis Jumat malam. Indikasi yang sama dengan data dari swasta bisa mendorong pelemahan dolar AS” lebih lanjut katanya

Kurs Dolar terhadap Rupiah di sebuah Bank Negara di Indonesia, Kamis 2 September 2021

Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Forward (NDF).

Non-deliverable forward (NDF) adalah kontrak derivatif valuta asing dimana dua pihak setuju untuk menukar uang tunai dengan kurs tertentu di masa depan.

Pasar NDF belum ada di Indonesia, saat ini hanya tersedia di pusat-pusat keuangan Internasional seperti Hong Kong, New York, Singapura dan London.

Dengan kata lain, NFD ini secara sederhana juga dapat dikatakan seperti kontrak forward, yang artinya kontrak membeli atau menjual valas dalam jang waktu tertentu dengan menggunakan kurs yang telah ditentukan di awal.

Manfaat NFD ini adalah sebagai upaya lindung nilai atau hedging. Meski demikian, Non Deliverable Forward ini justru sering dimanfaatkan untuk berspekulasi guna mencari untung secara cepat.

Konsep forward dan non-deliverable forward ini memiliki perbedaan. Dalam forward, kedua belah pihak harus menyerahkan uang masing-masing pada kurs yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tersebut.

Sementara itu, dalam NFD, kedua belah pihak hanya menyerahkan selisih kurs hasil tebakan, namun bukan dalam rupiah, melainkan dalam bentuk dollar AS.

NFD ini rata-rata dilakukan dalam jangka satu bulan sampai satu tahun. Para investor umumnya menggunakan NFD untuk lindung nilai mata uang negara berkembang karena mata uang itu tidak dapat digunakan untuk trasaksi secara bebas di luar negeri.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot yang mana sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami fundamental perekonomian Indonesia.

Maka dari itu, Bank Indonesia (BI) pun membentuk pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) yakni instrumen lindung nilai dengan transaksi dimana penyelesaian transaksi dilakukan dalam mata uang Rupiah.

Dengan begitu, diharapkan psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri