Kategori: Berita Keuangan

Bank Indonesia Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen Selama 7 Bulan

Bank Indonesia Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen Selama 7 Bulan

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 September 2021 tetap mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) alias suku bunga acuan sebesar 3,5 persen.

“Memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) alias suku bunga acuan sebesar 3,5 persen. Hal ini sama dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 4,25 persen,” pungkas Perry saat jumpa pers secara online pada hari Senin, 21 September 2021.

Suku bunga acuan sebesar 3,5 persen sudah ditetapkan oleh BI sejak tanggal 18 Februari 2021 atau sekitar 7 bulan sudah berlangsung tanpa adanya perubahan.

Hal ini juga dikatakan oleh Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia bahwa keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan juga sistem keuangan nasional, di tengah pra-kiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: 8 Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Sementara itu, BI juga terus berusaha mengoptimalkan seluruh kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, mikroekonomi, dan sistem keuangan dan juga mendukung upaya pemulihan perekonomian untuk lebih lanjut.

Perry juga menambahkan bahwa BI akan terus melakukan berbagai langkah strategi kebijakan, diantaranya adalah sebagai berikut melanjutkan kebijakan kebijakan nilai tukar Rupiah agar mampu menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Berbagai Macam Strategi Bank Indonesia dalam Memperkuat Perekonomian Nasional

Berbagai Macam Strategi Bank Indonesia dalam Memperkuat Perekonomian Nasional

Selain itu juga, BI juga akan melanjutkan penguatan terhadap strategi operasi moneter guna memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif. Hingga kini bank sentral nasional itupun juga terus memperkuat kebijakan transparansi terhadap Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan mendalami berbagai pendalaman asesmen transmisi SBDK dan juga SB Kredit baru per jenis kreditnya yang diukur berdasarkan Kelompok Bank tertentu.

Kebijakan lainnya ialah BI mendorong akselerasi perluasan merchant yang menggunakan standar layanan digital yang dimilikinya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terutama di pasar-pasar, pusat perbelanjaan modern, tempat ibadah, dan para UMKM dan UKM yang tersebar di seluruh wilayah. Agar mampu meningkatkan integrasi ekosistem pergerakan ekonomi dan digitalisasi keuangan di zaman yang serba praktis ini. Juga mendukung kegiatan protokol kesehatan yang saat ini sedang gencar dilakukan di berbagai wilayah di dunia.

Bank Indonesia juga memperkuat dalam koordinasi kebijakan dengan pemerintah pusat terkait pelaksanaan dalam uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) dan transaksi digital pemerintah dalam mendorong realisasi anggaran belanja pemerintahan.

“Memfasilitasi penyelenggaraan dalam promosi perdagangan dan juga investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) yang bekerja sama dengan instansi yang berkaitan dengan hal tersebut.

Dirinya juga menambahkan, bahwa BI akan terus memperkuat dalam menghadapi sinergi untuk kebijakan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. Di samping itu juga akan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan.

8 Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

8 Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Tawaran pinjaman online (pinjol) semakin marak di masa pandemi Covid-19 ini. Tak jarang, banyak di antaranya merupakan pinjaman online ilegal yang terus menghantui dan menjamur di tengah masyarakat. Upaya pemblokiran pun oleh otoritas yang berkaitan tak mampu membendung munculnya produk pinjaman yang menawarkan bunga selangit itu.

Maka dari itu, untuk mencegah dan mengantisipasi banyaknya korban pinjol ilegal yang tidak terdaftar dan tidak berizin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maka pihaknya memaparkan ciri-ciri pinjol yang ilegal. Simak penjelasannya berikut.

Pertama, aplikasi atau website pemnyedia jasa pinjaman online ilegal pastinya tidak berizin, terdaftar, dan diawasi oleh OJK. Sampai tanggal 8 September 2021, jumlah pinjol resmi yang terdaftar di OJK hanya ada 107 perusahaan atau entitas dengan jenis usaha syariah dan konvensional. Selain itu, masyarakat juga bisa mengakses daftar pinjol yang resmi secara berkala melalui kanal resmi www.ojk.go.id

Kedua, biasanya pinjol ilegal menawarkan jasanya secara online melalui broadcast via SMS ataupun aplikasi WhatsApp. Jika Anda mendapatkan broadcast tersebut, sudah dipastikan itu pinjol ilegal dan jangan sekali-kali meng-klik link yang diberikan.

Ketiga, pinjol ilegal memberikan bunga dan denda yang wajar artinya lebih tinggi dari biasanya sekitar 3-4 persen per hari tak jarang ada yang mencapai 5 persen per harinya.

Keempat, pinjol ilegal biasanya membebankan pengguna yang menggunakan jasa pinjamannya dengan adanya biaya-biaya tambahan yang sangat tinggi. Jika Anda atau pengguna menemukan biaya tambahan lainnya hingga mencapai 40 persen dari total nilai pinjaman, sudah bisa dipastikan bahwa pinjol tersebut adalah ilegal.

Kelima, untuk tenor waktu biasanya sangat singkat bahkan tidak sesuai di perjanjian atau kesepakatan awal. Sehingga membebankan pihak yang menggunakan jasa pinjaman tersebut.

Keenam, pinjol tak resmi akan meminta akses data pribadi yang tak wajar seperti mengakses daftar kontak telepon, galeri foto dan video, bahkan hingga lokasi pengguna akan diminta oleh pihak pinjol ilegal apabila terjadinya gagal bayar maka akan terus-menerus untuk diteror.

Ketujuh, ketika melakukan penagihan pembayaran, tak jarang pihak pinjol ilegal akan melakukan teror dan intimidasi hingga pelecehan baik verbal maupun non verbal kepada si pengguna jasanya atau peminjam.

Kedelapan, pinjol ilegal dipastikan tidak memiliki fitur atau layanan pengaduan dari customer service sewaktu-waktu peminjam mempunyai kendala dan kantor yang jelas.

Tips dari OJK Agar Terhindap dari Pinjol Ilegal

Tips dari OJK Agar Terhindap dari Pinjol Ilegal

Selain itu juga, OJK memberikan tips agar terhindar dari jeratan pinjol ilegal. Tips tersebut diantaranya ialah tidak mengklik link atau menghubungi kontak yang tertera pada SMS atau WhatsApp yang tidak dikenal. Lalu pengguna jangan mudah tergoda dengan penawaran ilegal dengan penawaran pinjol ilegal yang ditawarkan melalui pesan singkat yang menawarkan jasa pinjaman online cepat dan mudah tanpa adanya jaminan. Kemudian, apabila Anda mendapatkan SMS atau chat WhatsApp terkait pinjaman online, segeralah hapus pesan tersebut dan bila perlu memblokir nomor tersebut. Cek legalitas perusahaan sebelum mengajukan pinjaman online dan pastikan jika ingin menggunakan jasa pinjaman online sesuai kebutuhan dan kemampuan untuk bisa melunasinya.

Pihak OJK tak henti-hentinya mengimbau masyarakat luas untuk bersikap bijak dalam melakukan pinjaman online. Kemudian OJK juga membuka layanan pengaduan pinjol ilegal melalui telepon 157, WhatsApp 081 157157157 dan surel konsumen@ojk.go.id.

Baca artikel lain: Akulaku Finance Yakin Bisnis PayLater Akan Meningkat di Tahun 2021

Masyarakat juga bisa membuka pengaduan hingga memproses hukum pinjol ilegal melalui situs patrolisiber.id maupun surel info@cyber.polri.go.id.

 

Akulaku Finance Yakin Bisnis PayLater Akan Meningkat di Tahun 2021

Akulaku Finance Yakin Bisnis PayLater Akan Meningkat di Tahun 2021

PT. Akulaku Finance Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan berbasis digital yang optimis terhadap laju pertumbuhan pengguna paylater di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari pengguna paylater Akulaku yang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sekitar 25 persen atau setara dengan lebih dari 7 juta nasabah.

Efrinal Sinaga selaku Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia membuat target untuk kenaikan nasabah sampai 10 juta pengguna dengan jumlah transaksi pembiayaan hingga Rp. 7 triliun sampai akhir tahun 2021 ini. “Fitur-fitur yang kami tawarkan ada Paylater dan Cicilan yang mempunyai bunga sekitar 2-3 persen per bulannya. Untuk jumlah mitra UMKM sendiri sekitar 130 ribu dan mitra e-commerce lebih dari 20,” pungkas Efrinal.

Di sisi lain menurut Efrinal, di layanan Paylater apabila pengguna tidak tepat waktu dalam membayar tagihannya, akan diberikan denda sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Pihaknya juga akan berikan program restrukturisasi.

“Tips untuk yang biasa menggunakan fitur Paylater ini, belanjalah sesuai kebutuhan bukan keinginan semata, pastikan seumber pembayarannya 1/3 dari penghasilan, jangan lakukan sistem ‘gali lubang tutup lubang’ dan gunakanlah lembaga keuangan yang sudah resmi, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” jelas Efrinal.

Untuk opsi pembayaran menggunakan Paylater Akulaku juga telah terhubung dengan berbagai mitra platform e-commerce ternama yang ada di Indonesia, diantaranya Bukalapak, Blibli, Shopee, Tiket.com, JD.ID dan juga berbagai mitra platform digital lainnya.

Pihaknya meyakini bahwa penggunaan fitur Paylater Akulaku semakin diminati bukan hanya karena kemudahan transaksi yang terjamin, tetapi juga memberikan keleluasaan bagi para pengguna layanan dalam mengelola arus kas ketika menghadapi tekanan ekonomi.

“Selain itu juga, masih cukup tinggi persentase minatnya masyarakat unbanked dan unbanked di Indonesia yang menjadi peluang bagi penyedia layanan Paylater agar bisa menjangkau masyarakat luas,” jelasnya.

Dalam menggenjot bisnis Paylater, pihaknya akan melakukan active marketing, peningkatan service untuk para nasabahnya, memperluas mitra, dan juga mengadakan sosialisasi, edukasi dan juga literasi keuangan.

Akulaku Finance Raih Laba Hingga 60 Persen di Tahun 2020

Akulaku Finance Raih Laba Hingga 60 Persen di Tahun 2020

Selain dampak buruk yang menimpa banyak kalangan di seluruh dunia, ada juga dampak baik dari Pandemi Covid-19 yang memberikan berkah atas kinerja dari PT. Akulaku Finance Indonesia. Menurut catatan perusahaan pembiayaan berbasis digital itu mencapai hingga 60 persen pada periode tahun 2020 atau setara dengan hampir Rp. 10 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut disebabkan karena kenaikan pendapatan perusahaan dari pembiayaan konsumen. Perusahaan mencatat dana yang diperolehnya dari pembiayaan konsumen tersebut sebesar Rp. 545,55 miliar atau naik sekitar 16,9 persen.

Hanya saja, pertumbuhan laba tersebut tertahan karena meningkatnya beban yang harus dibayarkan perusahaan sebesar Rp. 570,26 miliar. Besaran tersebut ada peningkatan sebesar 23,39 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 464,02 miliar.

Di sisi lain, total aset yang dimiliki perusahaan sepanjang tahun 2020 tercatat Rp. 981,15 miliar. Dari tahun sebelumnya Rp. 1,12 triliun yang berarti turun sekitar 12,72 persen.

Baca juga: Rahasia Kunci Sukses Bisnis Basreng yang Perlu Kamu Ketahui

Ribuan Warga El Salvador Demo Turun ke Jalan, Tolak Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

Tolak Bitcoin Jadi Pembayaran Sah, Warga El Salvador Turun ke Jalan

Tepat pada hari Rabu, 15 September 2021 waktu setempat, ribuan warga demo turun ke jalan tolak Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara El Salvador. Ratusan bahkan ribuan warga menentang keras kebijakan Presiden Nayib Bukele yang telah melegalkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negaranya. Selain itu juga, protes yang dilakukan oleh ribuan warga El Salvador ditujukan terhadap revisi aturan tentang kebijakan reformasi peradilan yang mereka anggap bisa mengancam demokrasi.

Diketahui bahwa El Salvador adalah negara satu-satunya dan yang pertama di dunia yang menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negaranya selain dolar Amerika Serikat (AS).

Pada hari dimana terjadinya kericuhan tersebut, El Salvador tengah merayakan 200 tahun kemerdekaan yang mereka capai dari Spanyol. Naasnya banyak warga yang melakukan demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah di negara itu dengan membakar ratusan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bitcoin yang telah terpasang di berbagai titik di negara itu.

Selain itu, para pendemo yang turun ke jalan di sekitaran Central Square membawa spanduk yang bertuliskan ‘diktator’, ‘hormatilah konstitusi’, ‘Say No To BITCOIN’, dan lain sebagainya.

Para aktivis, tokoh masyarakat hingga sejumlah hakim yang mengenakan jas dan dasi juga ikut meramaikan demo El Salvador terkait penolakan Bitcoin tersebut yang tercantuk dalam Undang-Undang (UU) yang baru-baru ini disahkan oleh lembaga legislatif dibawah kekuasaan Bukele.

Undang-Undang yang baru saja diresmikan tersebut juga menyebutkan bahwa untuk semua para hakim yang berumur diatas 60 tahun segera di pensiunkan atau dengan bahasa lain yang memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun tidak dapat bekerja lagi. Aturan itu akan berdampak bagi sekitar satu pertiga dari jumlah hakim yang berada di negara tersebut.

“Kami bersama para ribuan warga turun ke jalan dikarenakan sistem pemerintahan yang sudah mulai menuju ke arah otoritarianisme.. dan kediktaktoran,” ujar Esli Carrillo, salah satu hakim El Salvador yang berusia 49 tahun itu.

Baca juga: Waspada! Modus Baru Pinjol Ilegal Transfer Dana Langsung Masuk ke Rekening

Bukele Menyebut Bahwa Demo Tersebut Ada yang Menungganginya

Ribuan Warga El Salvador Demo Tolak Bitcoin, Bakar ATM Uang Kripto

Para aktivis demonstran yang melakukan aksi tersebut menyebutkan bahwa Bitcoin tidak bisa membantu masyarakat El Salvador. Para ahli dan ekonom juga mengatakan bahwa dengan dilegalkan Bitcoin sebagai alat pembayaran justru dapat memunculkan dan memicu inflasi di negara yang memiliki tingkat penggangguran serta angka kemiskinan tertinggi.

Bitcoin dianggap sebagai alat untuk melemahkan rakyat dan tidak memiliki perlindungan yang kuat dalam menjaga kestabilan perekonomian di negara itu. Namun, aksi itu ditanggapi oleh Presiden El Salvador melalui cuitan di akun resmi twitternya yang mengatakan bahwa aksi demo tersebut pasti ada yang menungganginya.

“Mereka mengatakan ‘vandalisme’ dilakukan oleh ‘penyusup’, tapi ada vandalisme di semua aksi protes mereka,” ujarnya dalam akun twitter @nayibbukele pada Kamis, 16 September 2021.

Padahal sepekan sebelum terjadinya aksi demo tersebut, El Salvador menjadi ttrending topik dunia bahwa negara tersebut adalah negara pertama di dunia yang mengadopsi dan melegalkan mata uang kripto atau cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah disamping mata uang dolar AS. Namun keputusan yang diambil oleh Snag Presiden ternyata memicu banyak terjadinya spekulasi dari para warga yang tidak setuju akan keputusannya.

Ada lagi kata pendemonstran lain yang mengatakan bahwa Undang-Undang itu bahwa halim Luciano Lovato (55) yang mengancam independensi aturan hukum dan peradilan yang telah mereka upayakan dengan sangat keras selama ini.

Pendemo itu juga menentang Mahkamah Agung (MA) El Salvador baru-baru ini, yang yang diisi oleh hakim yang ditunjuk oleh Bukele, untuk memberi presiden hak mendapat masa jabatan dua kali berturut-turut padahal konstitusional sebelumnya melarang bahwa masa jabatan presiden El Salvador hanya satu kali kali periode tertentu saja.

Banyak diantara pendemo seperti kaum buruh, para petani dan jug aktivis serikat pekerja yang turut meramaikan demo tersebut. Terpilihnya Bukele pada tahun 2019 silam juga berkat dukungan yang tinggi dari rakyat El Salvador bahwa ia berjanji untuk memerangi kejahatan yang teroganisir dan meningkatkna keamanan di negara tersebut yang sedang dilanda banyak kekerasan serta sekutunya yang sekarang sebagian besar memegang jabatan di gedung parlemen. Namun, Bukele juga sudah lama dituduh oleh rakyatnya karena memiliki kecenderungan otoriter dalma kepemimpinannya di El Salvador.

Waspada! Modus Baru Pinjol Ilegal Transfer Dana Langsung Masuk ke Rekening

Waspada! Modus Baru Pinjol Ilegal Transfer Dana Langsung Masuk ke Rekening

Akhir-akhir ini masyarakat diresahkan dengan adanya transferan dana yang tiba-tiba masuk ke rekening. Padahal masyarakat tidak merasa mengajukan pinjaman online ke suatu perusahaan Fintech Lending tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta untuk seluruh masyarakat agar mewaspadai modus-modus yang membuat resah yang dilakukan oleh para perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Dalam beberapa kasus, jika nasabah tidak berhati-hati, tak awas, dan malah menggunakan dana ‘nyasar’ tersebut akan menjadi sasaran empuk bagi pinjol ilegal tersebut. Nantinya mereka akan diminta untuk membayar pinjaman online tersebut yang tak pernah diajukan pada sebelumnya. Kemudian penagih akan dengan mudahnya mengakses data pribadi, bersikap tidak sopan saat menagih bahkan mengancam dan juga mengintimidasi korban.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) yang sekaligus merupakan Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK, Tongam L Tobing mengimbau kepada para masyarakat agar lebih waspada pada awalnya. Masyarakat juga diminta agar tidak terjebak pada berita palsu yang berisikan link fiktif dan tidak menuliskan data diri sendiri di situs-situs yang belum dipastikan kebenarannya. Karena ada kemungkinan jika kita meng-klik link tautan yang awalnya menawarkan sejumlah penawaran menarik yang ternyata abal-abal atau hoaks.

Baca artikel lain: Bank of China Didesak Berhenti Mendanai Proyek PLTU Batu Bara

“Tak jarang masyrakat kita seringkali terjebak dalam situasi ini yang mendapatkan berita-berita palsu yang didalamnya terdapat link tautan palsu yang jika di klik maka akan mengarahkan ke halaman yang abal-abal dan data diri kita yang sifatnya privasi kemungkinan sudah diculik dan dicuri oleh mereka,” jelas Tongam beberapa hari lalu.

Menurut dia, hal ini terlihat dari indikasi rekening masyarakat uang sebenarnya dibagikan oleh mereka sendiri karena terjebak di situs website palsu. Bisa jadi kemungkinan terjadi seperti pernah mengisi kolom data diri beserta nomor rekening aktif di penipuan dengan modus undian berhadiah bodong.”

Selain itu, OJK juga kembali menegaskan bahwa platform fintech peer-to-peer (P2P) lending yang resmi tidak diperbolehkan untuk mengakses jaringan komunikasi pribadi seperti SMS dan aplikasi perpesanan instan dalam hal menawarkan layanan pinjaman online.

OJK Mengimbau Masyarakat Luas Agar Tidak Mudah Mempercayai Modus Pinjol Lainnya

OJK Mengimbau Masyarakat Luas Agar Tidak Mudah Mempercayai Modus Pinjol Lainnya

Jika masyarakat menerima penawaran pinjaman online dari SMS atau aplikasi WhatsApp, masyarakat diminta untuk membiarkan saja, menghapus pesannya dan harus memblokir nomor pinjol ilegal tersebut. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat untuk mengatasi modus penagihan yang dilakukan secara tiba-tiba oleh para pinjol ilegal dalam hal menagih pembayaran padahal masyarakat tidak merasa melakukan pengajuan pinjaman online.

“Abaikan dan harus diblokir kontak penagihnya. Jika ada tindakan mengancam dan mengintimidasi, segera lapor ke kepolisian terdekat,” menurut keterangan dari OJK pada Rabu (15/9/2021).

OJK selalu mengingatkan kepada para masyarakat agar dapat lebih berhati-hati lagi untuk menjaga keamanan data pribadinya. Caranya cukup mudah, jika mendapatkan link dari sumber yang tidak dapat dipercaya, hindari dan jangan meng-klik link atau tautan tersebut yang dikirimkan via SMS, WhatsApp atau pun melalui email pribadi.

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pada Bareskrim Polri Kombes Pol Ma’mun juga meminta seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan teliti lagi saat mengisi formulir apapun secara digital sekalipun formulir fisik.

Menurutnya, sebab data diri yang dicuri tersebut bisadi perjualbelikan bahkan bisa digunakan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan pesan yang sfatnya scam atau jenis tindakan kriminal yang menyangkut informasi data pribadi seseorang dalam digital.

“Salah satu dari sekian banyak kasus pinjaman online berawal dari pelaku yang sudah mendapatkan data diri seseorang mulai dari data pribadi sampai nomor rekening bank dari formulir-formulir yang sering ditawarkan oleh tim marketingnya. itu dokumen masyarakat yang mengisi suatu blanko di mal-mal, tempat umum seperti penjualan pulsa voucher dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Bank of China Didesak Berhenti Mendanai Proyek PLTU Batu Bara

Bank of China Didesak Berhenti Mendanai Proyek PLTU Batu Bara

Bank of China (BoC) disorot karena mendanai berbagai proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri. Maka dari itu sebagai gantinya, Bank of China diminta untuk mendukung energi bersih dan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

Kelompok yang mendesak Bank of China untuk berhenti mendanai proyek-proyek tersebut ialah sejumlah kelompok dari 13 negara di Asia, Eropa, dan Afrika. Dikutip dari sumber terpercaya, mereka mengecam China karena mendanai pembangkit listrik tenaga batu bara tersebut untuk digantikan dengan energi-energi terbarukan dan energi bersih lainnya. Terutama sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative atau BRI).

Sementara itu, dari pihak China sudah mengatakan bahwa mereka akan menghormati hak masyarakat lokal untuk memutuskan jenis energi apa yang akan mereka gunakan dan mereka butuhkan. Kemudian surat itu sudah ditandatangani oleh organisasi dari beberapa negara BRI.

Surat tersebut berisikan untuk menunjukkan pertentangan yang meningkat terhadap batu bara terutama di sejumlah negara-negara berkembang. Namun Liu Jin, Presiden Bank of China (BoC) enggan untuk mengomentari surat itu. Dirinya hanya mengatakan pada akhir bulan Agustus, pihaknya sudah secara bertahap untuk mengurangi bagian dari total kredit yang diberikan kepada proyek-proyek PLTU batu bara tersebut selama periode tahun 2021 hingga 2025.

Baca juga: Wow! Uang Koin Jadul Indonesia Dijual hingga Ratusan Juta di Markerplace

Di sisi lain, Julien Vincent mengatakan bahwa lusinan pembangkit tenaga listrik batu bara tidak akan bisa berjalan tanpa adanya dukungan dari bank. Organisasi yang berasal dari Australia yang bernama Market Forces selalu berkampanye untuk menentang pembiayaan bahan bakar yang terbuat dari fosil.

Bank of China Enggan Mengomentari Surat Perjanjian

Bank of China Enggan Mengomentari Surat Perjanjian 

“Pernyataan narasi tentang batu bara dari para pemimpin bisnis dan keuangan China sangatlah jelas berubah, akan tetapi tindakannyalah yang benar-benar penting,” jelasnya.

Lembaga keuangan China secara bertahap dan perlahan-lahan sudah beralih dari batu bara. Industrial and Commercial Bank of China yang merupakan bank terbesar di dunia berdasarkan aset yang dimiliki. Sudah berjanji untuk menyusun rencana dan peta jalan untuk mengubah diri dari batu bara.

Diperkirakan total pembiayaan luar negeri Bank of China untuk proyek-proyek batu bara tersebut tercatat sudah sejak perjanjian iklim Paris pada tahun 2015 lalu yang mencapai nominal hingga USD 35 miliar. Tidak sesuai dengan ambisi dan tujuan perubahan iklim China,” tulis surat dari 25 organisasi non pemerintah tersebut.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa ada sekitar 130 lembaga keuangan yang sudah bulat memustuskan untuk membatasi investasi bahan bakar fosil, dan Bank of China wajib mengikuti aturan tersebut.

Dalam rekomendasi yang diterbitkan pekan lalu, sebuah badan penasihat pemerintah juga meminta China untuk “membatasi dan secara bertahap menghentikan” penggunaan dana publik dalam investasi pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri, dan mendorong bank-bank pemerintah untuk membuat komitmen serupa.

Wow! Uang Koin Jadul Indonesia Dijual hingga Ratusan Juta di Markerplace

Uang Koin Lawas Dijual hingga Ratusan Juta di Marketplace

Siapa di antara kalian yang masih mempunyai atau menyimpan uang koin lawas sekitar tahun 70-an? Dikabarkan bahwa sejumlah marketplace menjual uang koin lawas tersebut dengan dibandrol harga selangit bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Berdasarkan kabar penelusuran dari media massa, uang koin pecahan Rp. 50 laku dijual hingga menyentuh harga Rp. 100 juta per koinnya di Tokopedia. Di dalam keterangannya, uang koin tersebut akan dikirim dari Palembang, Sumatera Selatan.

Selain itu, yang tak kalah menariknya ada juga penjual di Tokpedia yang menawarkan uang koin pecahan Rp. 25 seharga Rp. 100 juta per koinya. Pengirimnya juga sama berasal dari Palembang.

Ada juga akun penjual lainnya yang menjual uang koin pecahan Rp. 500 dihargai Rp. 15 juta per koin. Pengiriman akan dilakukan dari Jakarta Pusat.

Media massa terpercaya mencoba untuk meminta tanggapan dari Erwin Haryono selaku Kepala Departemen dan Komunikasi Bank Indonesia terkait hal penjualan uang koin jadul di marketplace yang ada di Indonesia. Namun, hingga saat ini belum ada kabar balik tentang hal ini.

Selain itu juga, meminta kabar tanggapan dari Senior Public Relations Tokopedia Antonia Adega dan Shopee Indonesia untuk menanyakan akun penjual yang menjual uang koin lawas di kedua toko online tersebut. Namun, hasilnya nihil belum ada respons juga dari dua e-commerce raksasa tersebut yang bernaung di Indonesia sampai saat ini.

BI Merespons Soal Viralnya Penjualan Uang Koin Lawas

Bank Indonesia (BI) akhirnya membuka suaranya atas viralnya isu yang beredar bahwa marketplace di Indonesia menjual uang koin lawas hingga ratusan juta rupiah per koinnya. Salah satu isu yang beredar ialah uang koin pecahan Rp. 500 yang diterbitkan oleh BI tahun 1990 dibandrol dengan harga Rp. 750 ribu per koin yang bisa ditukarkan di bank sentral nasional.

Junanto Herdiawan selaku Direktur dan Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia menjelaskna bahwa uang logam dengan pecahan Rp. 500 tidak bisa ditukarkan atau dijual dengan harga Rp. 750 ribu. Sebab, uang logam tersebut masih berlaku di pasaran dan masyarakat di seluruh Indonesia.

Baca juga: 5 Cara Mengelola Keuangan Bisnis Paling Efektif

“Uang koin pecahan Rp. 500 yang bergambar Bunga Melati itu dikeluarkan oleh BI pada tahun 1991 dan 1997, hingga saat ini masih berlaku untuk transaksi yang sah di masyarakat. Jadi nilainya ya sesuai nominalnya, yakni Rp. 500,” jelas Junanto pada Rabu (8/9/2021).

Sementara itu, sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor No.23/12/PBI/2021 menyebutkan bahwa uang logam pecahan Rp. 750 ribu sudah tidak berlaku lagi per tanggal 30 Agustus 2021. Uang tersebut bisa ditukarkan di bank umum terdekat sejak tanggal 30 Agustus 2021.

Untuk layanan penukaran dapat dilakukan di kantor pusat ataupun kantor cabang perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia. Penukaran bisa dilakukan sesuai jadwal operasional kerja dan layanan publik bank sentral.

“Apabila ingin menukarkan ke BI atau bank umum, sebagai alat transaksi yang akan ditukarkan sesuai nomimal yang tertera pada uang tersebut,” tuturnya.

5 Cara Mengelola Keuangan Bisnis Paling Efektif

5 Cara Mengelola Keuangan Bisnis Paling Efektif

Setiap orang walau tidak bekerja di bidang keuangan harus mampu mengelola keuangan diri sendiri. Minimal mampu mengelola pendapatan dan pengeluarannya setiap harinya. Apalagi untuk Anda yang ingin atau yang sedang menjalankan sebuah bisnis. Anda diharuskan untuk bisa mengelola keuangan bisnis tersebut.

Namun sayangnya, masih banyak di luar sana para pengusaha yang tidak mampu mengelola keuangan bisnisnya secara baik dan efektif sehingga seringkali mengalami kerugian yang tak terkira.

Nah, pada artikel ini kami akan mengungkapkan 5 Cara Mengelola Keuangan Bisnis Paling Efektif untuk memudahkan Anda dalam mengelola bisnis sehingga dapat menimimalisir kerugian yang akan terjadi. Simak penjelasan berikut ini.

1. Menentukan Persentase Dalam Pengelolaan Keuangan Bisnis

Agar bisa mengelolanya dengan baik, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan berapa persen uang yang dialokasikan untuk biaya operasional bisnis Anda.

Berapa persen target keuntungan yang ingin Anda capai, berapa persen jumalah uang dalam cadangan kas bisnis Anda, dan juga berapa persen uang dipakai untuk pengelolaan bisnis Anda itu sendiri.

Dengan menentukan persentase dalam pengelolaan keuangan, diharapkan Anda bisa lebih mudah mengelola keuangan sesuai dengan porsinya masing-masing dan bisa meminimalisir kerugian yang akan terjadi selama menjalankan bisnis itu sendiri.

2. Mampu Melakukan Negosiasi Sebelum Menandatangani Kontrak Dalam Bisnis

Banyak para pebisnis yang kurang mahir dalam hal bernegosisasi. Terkadang Anda sendiri harus menggali tawaran-tawaran yang bagus.

Saat melakukan pembelian dengan vendor atau kontrak dnegan supplier, cobalah Anda bernegosiasi dengan para vendor atau supplier tersebut untuk mendapatkna kesepakatan yang lebih baik.

Selalu perhatikan syarat dan ketentuan dalam pembelian seperti bunga, denda keterlambatan, masa expired saat membuat keputusan itu sendiri.

Jika Anda mampu bernegosiasi dengan baik, kemungkinan besar Anda bisa mendapatkan penawaran terbaik dari negosiasi tersebut sehingga kestabilan dan kehematan keuangan bisnis Anda pun terjaga.

3. Melakukan Putaran Pada Kas Bisnis

Biasakan jika Anda sedang menjalani suatu bisnis, jangan hanya terpaku pada keuntungan semata. Karena pada dasarnya, dalam hal mengeloal bisnis meliputi cara mengelola utang piutang, ketersedian barang atau jasa, mengelola pengeluaran dan pemasukan dalam waktu tertentu, dan juga mengelola manajemen resiko yang akan terjadi dalam bisnis Anda sendiri.

Banyak usaha-usaha yang mengalami kendala kas bisnis walau catatan keuangan atau akuntansi mereka terbilang sangat bagus dan menunjukkan angka-angka yang baik. Untuk itu, perhatikan bagaimana cara Anda dalam mengelola arus kas bisnis.

Membuat Pembukuan Kas Keuangan Pada Bisnis Anda sangatlah Penting

Membuat Pembukuan Kas Keuangan Pada Bisnis Anda sangatlah Penting

Baca juga: Ibu Kota Negara Jadi Pindah, Aset yang Ada di Jakarta Buat Apa?

4. Merencanakan Pengembangan Bisnis 

Ketika Anda sudah mendapatkan keuntungan dari bisnis yang Anda jalani, Anda berhak menikmati keuntungan tersebut. Namun tak lantas Anda menghamburkannya begitu saja hingga tak tersisa sedikitpun.

Anda disarankan untuk tetap menyisihkan dari sebagian keuntungan yang Anda dapat untuk berbagai keperluan lain seperti investasi di masa depan, dana darurat jika sewaktu-waktu terpakai dan pengembangan bisnis Anda agar dapat berjalan lebih lanjut.

5. Membuat Pembukuan Keuangan

Walaupun kita manusia mampu mengingat apa yang harus kita ingat, rata-rata manusia punya kelupaan yang tidak bisa dihindari. Begitu juga dalam bisnis seperti hal pengelolaan laporan keuangan, untung dan rugi, maupun neraca. Itu semua tidak bisa hanya diingat di dalam pikiran kita sebagai manusia.

Maka dari itu, cobalah untuk membuat dan mencatat semua transaksi dalam bisnis di dalam pembukuan yang sederhana. Dengan begitu, Anda mampu mengontrol semua transaksi keuangan bisnis yang terjadi sehingga meminimalisir resiko yang terjadi. Selain itu juga, Anda bisa mengevaluasi perkembangan bisnis Anda sejuah ini apakah keuangannya sudah sehat atau belum dan apa lagi yang harus diperbaiki untuk ke depannya nanti.

Ibu Kota Negara Jadi Pindah, Aset yang Ada di Jakarta Buat Apa?

Ibu Kota Negara Jadi Pindah, Aset yang Ada di Jakarta Buat Apa

Pemerintah memastikan untuk proses pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke pulau Kalimantan tetap berlanjut. Saat ini Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu) tengah bekerja untuk memetakan aset-aset kementerian atau kelembagaan yang ada di Jakarta.

Menurut Rionald Silaban yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara di Kementerian Keuangan mengatakan bahwa saat ini belum ada kepastian dan proses yang berlangsung terkait dengan pemanfaatan atau penyerahan aset kementerian dan kelembagaan tersebut.

“Biasanya semua proses itu dilakukan setelah kita pindah, dimana pengguna barang yang akan menyerahkan kepada kami sebagai pengelola aset atau barang,” ujar Rional dalam rapat virtual bersama DJKN Kemenkeu pada tanggal 9 September 2021.

“Lagi pula, jika memang suatu kementerian dan kelembagaan dipindahkan, belum tentu semua asetnya tidak dapat digunakan lagi,” sambungnya.

“Maka dari itu dugaan kami, setelah proses ibu kota negara dipindahkan, barulah kami yang sebagai pengelola barang atau aset berdiskusi dengan pengguna barang atau aset tentang barang atau aset yang akan mereka tinggalkan. Jika suatu kementerian atau kelembagaan jadi dipindahkan, kita tidak berasumsi bahwa mereka tidak membutuhkan barang aset tersebut.” terangnya.

Kajian Mengenai Pemetaan Aset-aset yang Ada di Jakarta.

Kajian Mengenai Pemetaan Aset-aset yang Ada di Jakarta.

Disisi lain, Encep Sudarwan selaku Direktur Barang Milik Negara menyebutkan bahwa untuk pemanfaatan setiap barang atau aset yang ada di kementerian dan kelembagaan terus dikaji. Ia juga mengatakan bahwa dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyesuaikan pemanfaatan barang atau aset dengan tata ruang kota di Jakarta.

“Saat ini kami sedang mengkaji seluruh barang atau asetnya ini untuk diapakan bagusnya, mekanismenya seperti apa, investornya juga dari mana saja, dan berapa perkiraan total perolehan nilainya dalam bentuk rupiah. Semua terus di kaji oleh pihak kami karen aada banyak ratusan bahkan hingga ribuan barang atau asetnya. Maka dari itu, kami bersama tim juga melakukan koordinasi kepada Pemprov DKI Jakarta tentang barang atau aset tersebut dan setelah pindah nantinya akan jadi apa tata ruang kota yang ada di Jakarta. Semuanya harus sinkron dan memenuhi segala prosedur yang ada,” jelasnya.

Baca juga: Wijaya Karya Raih Rp. 2,5 Triliun dari Hasil Penerbitan Surat Utang

Dirinya juga mengatakan bahwa pandemi COVID-19 menghambat proses semuanya, terjadi kendala yangharus kita kerjakan. Namun pihaknya akan terus bekerja untuk memastikan pemetaan tentang pemanfaatan barang atau aset tersebut agar bisa berjalan dengan lancar.

“Pihak kami akan terus bekerja, di DKI kan juga sudah kita pilah satu-satu barang atau aset ini bagusnya dijadikan apa, ini itu jadi apa, semua sudah ada kajiannya, dan memang sejak pendemi COVID-19 prosesnya agak terganggu. Kalau nantinya ada kementerian dan kelembagaan yang akan pindah duluan, pasti nanti akan ada pengumuman resminya terkait hal itu dan juga untuk pemanfaatannya juga, semua akan jadi satu kawasan,” tandasnya.

Fantastis! BCA Kantongi Laba Bersih 14,5 T, Naik 18,1%

BCA Raup Laba Bersih Rp14,5 T pada Semester I 2021

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) membukukan laba bersih senilai Rp14,5 triliun pada akhir semester I-2021 atau tumbuh 18,1 persen secara tahunan (year on year).

Vera Eve Lim, Direktur Bank BCA dalam rapat konferensi pers yang diadalakn secara virtual, Rabu (8/9/2021) mengatakan bahwa pencapaian itu didukung oleh pemulihan nilai bisnis dan frekuensi transaksi nasabah pada enam bulan pertama tahun ini, seiring dengan membaiknya aktivitas perekonomian.

Bank BCA membukukan perkembangan yang positif pada pendapatan bunga bersih sebesar 3,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Namun, pendapatan bunga menurun tipis 1,2 persen secara tahunan (yoy) jadi 10,2 triliun.

Penurunan ini merupakan dampak dari one-off gain dari penjualan portofolio reksa dana yang dibukukan tahun lalu, namun dapat diimbangi sebagian besar oleh beberapa faktor seperti pendapatan pemasukan (fee) dan juga komisi.

Pendapatan komisi dan fee naik menjadi 7,5 persen (yoy), yang mencapai level yang sudah cukup tinggi jika dibandingkanpada level sebelum masa pandemi. Jadi secara keseluruhan, total pendapatan operasional sudah tercatat naik 2,6 persen atau setara dengan Rp. 39,5 triliun dari tahun lalu.

Disi sisi lain, pemodalan BCA dari rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 27,3 persen, angka ynang cukup tinggi dari ketentuan regulator dan likuiditas yang memadai.

Kalau Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga sebesar 2,4 persen yang didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi. Tercatat Rasio Return On Equity (ROE) sebesar 17,6 persen dan Rasio Return On Asset (ROA) sebesar 3,3 persen.

BCA Optimistis Ekonomi Indonesia Akan Pulih

“Kami selalu beroptimis bahwa kinerja positif akan terus berlanjut dengan didukungnya pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung saat ini di Indonesia,” kata Vera.

Baca artikel lainnya: Langkah-langkah Mengajukan KPR Rumah, Agar Cepat Disetujui

BCA akan selalu memberikan pelayanan yang prima dan terbaik bagi para nasabahnya di seluruh Tanah Air dan bisa menjangkau hingga ke polosok negeri. Bukan hanya itu, BCA juga terus berinovasi dalam hal penjualan, mendorong pemanfaatan digitalisasi di era industri 4.0 ini dan memastikan seluruh aktivitas yang dilakukannya sudah sesuai dengan protokol kesehatan agar Indonesia bisa maju, tangguh, bangkit dan tumbuh.

Pada periode Juni 2021, penyaluran kredit BCA sudah tumbuh 0,8 persen year to date, yang ditopang oleh KPR dan segmen korporasi dalam negeri yang naik masing-masing 3,8 persen dan 2,1 persen.

Dari bidang pendanaan, CASA BCA bertumbuh 21 persen year on year. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai transaksi, bertambahnya ekosistem nasabah, dan juga penguatan dan perluasan ekosistem pelayanan untuk para mitra bisnis terkait.

 

Langkah-langkah Mengajukan KPR Rumah, Agar Cepat Disetujui

7 Langkah Mengajukan KPR Rumah, Agar Cepat Disetujui Bank

Sudah menjadi rahasia umum, jika harga rumah selalu naik tiap tahunnya. Semakin lama rumah menjadi barang yang mahal dan sulit untuk didapatkan. Kenaikan harga rumah tersebut disesuaikan oleh pendapatan upah karyawan tiap bulannya selama satu tahun di suatu daerah tertentu.

Oleh karena itu, tak menutup kemungkinan rumah bekas atau second bisa menjadi pilihan dalam memiliki bangunan rumah. Meski begitu, mendapatkan rumah bekas pun tidak selalu murah. Tapi setidaknya lumayan untuk dijangkau dan dapat ditawar dengan harga tertentu sesuai kesepakatan bersama.

Meski demikian, banyak dari sebagian orang sulit untuk membeli rumah bekas tersebut, dikarenakan tidak mempunyai uang tunai yang cukup besar, kisaran harganya tergantung kondisi rumah dari puluhan juta hingga ratusan juta.

Menjawab semua permasalahan tersebut, Kredit Perumahan Rakyat atau KPR menjadi salah satu solusinya. Jika Anda mempunyai keinginan untuk membeli rumah bekas, usahakan jangan tunda lagi. Karena seperti yang sudah disinggung diatas, semakin lama harga rumah kian naik.

Baca juga: Harus Tahu! Inilah 3 Cara Menghindari Penipuan Dari Halo BCA

Beberapa Langkah Mengajukan KPR Rumah, Simak Penjelasannya

Beberapa Langkah Mengajukan KPR Rumah, Simak Penjelasannya

1. Mencari dan Menggali Informasi Harga Rumah Bekas

Langkah yang pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari dan menggali informasi seputaran tentang rumah bekas yang akan Anda miliki. Usahakan sesuai dengan kebutuhan Anda seperti luas rumah, akses jalannya, konsep bangunan dari rumah tersebut dan lain-lain.

Untuk mendapatkan seputaran informasi tentang rumah bekas ini, Anda dapat mencarinya di situs-situs resmi bank, di majalah koran atau pun spanduk yang dipasang di beberapa titik lokasi. Bisa juga dari mulut ke mulut seperti info dari teman, kerabat dan keluarga lainnya.

2. Nego Harga Rumah

Jika Anda sudah mendapatkan satu atau beberapa rumah yang menurut Anda cocok, segera untuk menghubungi pemilik rumah tersebut yang akan menjual rumahnya atau pun penjual rumah. Atur jadwal ketemuan secara langsung untuk bisa survei lokasi rumah dan bernegosiasi harga rumahnya.

Dalam hal nego harga, pastikan Anda mempunyai kemampuan dalam bernegosiasi kepada penjual. Sehingga ketika rumah tersebut sudah sampai di tangan Anda tidak merasakan kecewa atau merasa dirugikan.

3. Buat Kesepakatan Serius

Ketika rumah yang Anda incar sudah didapat, pastinya uang yang harus Anda keluarkan sesuai dengan budget Anda. Kemudian, tahapan selanjutnya ialah membuat kesepakatan secara tertulis dan sah di mata hukum.

Biasanya dalam kesepatan itu, berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk dapat mengajukan KPR kepada bank yang bekerja sama. Jika sampai batas waktu yang ditentukan Anda tidak mendapatkan fasilitas KPR dari bank, rumah tersebut biasanya dapat perjualbelikan dengan bebas sesuai keinginan Anda begitupun sebaliknya.

4. Mengajukan KPR ke Bank

Pada langkah ini, Anda harus cermat dan teliti sebab membutuhkan tenaga yang ekstra dan waktu untuk mengurusi dokumen-dokumen penting yang akan Anda serahkan kepada pihak bank. Cari produk KPR yang sesuai dengan keadaan keuangan Anda, agar pada saat mencicil tiap bulannya Anda tidak mendapatkan kendala dalam membayar cicilan KPR tersebut.

Persiapkanlah dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR ini. Jangan sampai ada dokumen yang tidak sah menurut pihak bank.

5. Appraisal bank

Pada langkah ini, bank akan melakukan appraisal atau penilaian terhadap harga rumah bekas yang akan Anda miliki. Pihak bank akan melakukan kunjungan ke lokasi rumah yang ingin Anda beli, kemudian menentukan kelayakan harga hunian tersebut. Harga jual rumah bekas yang akan diberikan penjual kepada Anda biasanya lebih rendah.

Namun tidak menutup kemungkinan, bisa terjadi selisih harga yang sangat besar itu artinya Anda harus membayar selisih harga tersebut. Sebagai contoh, harga rumah bekas dijual Rp. 400 juta, sedangkan bank menilai Rp. 370 juta, itu artinya Anda harus membayar selisih harga tersebut sebesar Rp. 30 juta untuk bisa memiliki rumah tersebut.

6. Membuat Surat Persetujuan Kredit

Pada langkah ini pihak bank akan memberikan Surat Persetujuan Kredit (SPK), sebelum mencairkan kredit rumah tersebut. SPK tersebut berisi tentang syarat dan ketentuan, batasan, serta kewajiban Anda sebagai debitur.

Adapun rincian besaran cicilan KPR yang ada di dalam SPK tersebut, suku bunga, dan juga denda keterlambatan apabila Anda telat membayar cicilan dari waktu yang sudah ditentukan oleh bank tiap bulannya. Biaya lainnya seperti biaya administrasi, asuransi rumah bekas tersebut, biaya pajak dan provisi rumah juga ada di dalamnya.

Maka dari itu, Anda harus mempersiapkan dana untuk biaya-biaya tersebut selain dari pada dana untuk membayar selisih harga di atas. Agar pengajuan cicilan KPR rumah Anda berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala.

7. Melakukan Proses Akad KPR

Apabila semua langkah di atas sudah selesai, langkah terakhir ialah melakukan proses akad KPR. Artinya, perjanjian kredit antara pihak bank sebagai kreditur dengan Anda sebagai debitur. Pada proses ini, Anda akan didampingi oleh notaris yang bertujuan sebagai orang ketiga atau saksi dalam proses akad KPR ini.

Setelah proses ini selesai, pihak bank akan mengirim uang kepada penjual rumah atau pengembang, sementara notaris mengurus dokumen berupa surat balik nama.

Dokumen-dokumen penting ini akan dibawa oleh pihak bank sebagai penjaminan KPR diantaranya, Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), sertifikat rumah, dan Surat Pajak Bumi Bangunan (PBB) ialah pajak atas tanah dan/atau bangunan yang dikenakan kepada para pemilik properti. Pihak bank berhak menyita dokumen tersebut dalam waktu yang lama sampai proses cicilan KPR rumah lunas.

Tenang saja, biasanya Anda akan diberikan salinannya jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan dokumen tersebut untuk kepentingan pribadi.

Itulah beberapa langkah mengajukan KPR rumah, memang prosesnya cukup rumit dikarenakan besarnya harga rumah bekas tersebut hingga ratusan juta rupiah. Jika Anda ingin atau sedang dalam masa proses pengajuan KPR, lakukanlah dengan benar dan tepat serta sabar. Jika ditolak oleh satu bank, ada kemungkinan kesalahan dalam pengajuan Anda, usahakan perbaiki dan coba mengajukan di bank lain.

 

Harus Tahu! Inilah 3 Cara Menghindari Penipuan Dari Halo BCA

Zaman sekarang adalah zaman yang serba instan dan mudah, kita bisa melakukan apa saja bisa melalui online dari mana saja dan kapan saja.

Namun disisi lain, ini merupakan celah untuk para penjahat internet untuk membobol dan mencuri data kita. Jika kita tidak berhati-hati dan waspada dalam mengamankan data privasi kita.

Apalagi privasi yang menyangkut tentang keuangan kita. Seperti yang kita tahu, zaman sekarang untuk bisa membuka rekening baru tidak perlu lagi repot antre datang ke lokasi cabang bank tersebut. Cukup dari layar smartphone kalian bisa dengan mudah membuka rekening dan mungkin bisa sambil rebahan di rumah.

Namun juga kita jangan sampai kita kelolosan apabila ada transaksi yang mencurigakan di akun rekening kita. Menurut PT. Bank Central Asia (BCA), penipu itu sering terjadi dan sulit ditebak.

Maka dari itu, dari diri kita sendiri yang harus mampu membentengi keamanan akun kita dengan cara waspada dan hati-hati terhadap segala jenis penipuan yang ada dan mengatasnamakan Halo BCA.

Menurut Bapak Hera F Haryn, Executive Vice President Secretariat and Corporate Bank BCA menuturkan bahwa maraknya segala jenis modus penipuan yang dilakukan dengan menggunakan nomor telepon.

“Akhir-akhir ini semakin banyak modus penipuan mengatasnamakan Halo BCA, terutama dalam nomor telepon palsu diantaranya “+6221-1500888” atau “021 5000888″, dan lain sebaginya” jelasnya dalam keterangan di media resmi.

Ada 3 Cara Menghindari Modus Penipuan

Ada 3 Cara Menghindari Modus Penipuan

Dirinya juga mengatakan kurang lebih ada 3 cara untuk digunakan dalam menghindari modus penipuan yang akan terjadi.

1. Diimbau untuk para nasabah BCA menyimpan nomor telepon Halo BCA yang resmi, jadi jikalau ada nomor telepon yang tidak dikenal dan menelepon pastinya Anda sudah mengetahui bahwa itu adalah modus penipuan. Lebih baik jangan diangkat dan kalu bisa di blokir saja nomor tersebut.

2. Apabila para nasabah sudah terlanjur untuk mengangkatnya, cepat-cepat matikan teleponnya. Karena jika diteruskan pembicaraan dalam telepon tersebut, bisa-bisa data privasi nasabah bisa dicuri dan dibobol dalam waktu yang tak diduga.

3. Apabila terus-menerus mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal dan mengatasnamakan Bank BCA, segera lapor ke Halo BCA melalui nomor 1500-888 atau bisa menghubungi sosial media resmi Bank BCA seperti Twitter @HaloBCA dan WhatsApp Bank BCA 08111500998.

Hera menerangkan bahwa Bank BCA tidak akan pernah meminta data yang sifatnya sangat privasi dalam segala bentuk apapun caranya seperti PIN dan kartu ATM, mobile banking, credit card, kode CVV, kode OTP yang ada di SMS, Nomor Rekening dan lain sebagainya.

Baca jugaMantap! Bank Digital Berlomba Memberikan Bunga Tinggi

Diharapkan para nasabah berhati-hati dan selalu waspada segala bentuk modus penipuan dalam cara apapun. Jika memang terjadi, segeralah lapor ke Halo BCA untuk di blokir kartu ATM nya dan bisa diselesaikan permasalahannya.

Mantap! Bank Digital Berlomba Memberikan Bunga Tinggi

Tren Bank Digital Berlomba Memberikan Bunga Tinggi

Seperti yang kita ketahui, perang antar bank digital akhir-akhir semakin ketat adanya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan peraturan melalui POJK 12/2021 tentang Bank Umum pada pertengahan bulan Agustus lalu.

Dengan dikeluarkannya ketentuan mengenai bank digital, respon para investor sangat, terbukti dengan peningkatan jumlah harga saham di perdagangan bursa efek. Ketentuan ini juga dinilai mengakomodasi perkembangan digitalisasi di industri perbankan di Indonesia.

Pada awal tahun 2021, industri perbankan di Tanah Air sudah digemborkan dengan kehadiran bank digital. Tepat pada bulan Juni lalu, OJK menyebut beberapa bank ini sudah menyatakan dirinya sebagai bank digital, diantaranya:

  1. Jenius, dari Bank BTPN Indonesia
  2. Wokee, dari Bank Bukopin
  3. TMRW, dari Bank UOB Indonesia
  4. Jago, dari Bank Jago
  5. Digibank, dari Bank DBS Indonesia

Kemudian, aplikasi layanan mobile banking dari MNC Bank yakni MotionBanking resmi meluncur pada Juni 2021. Lalu aplikasi blu by BCA Digital yang resmi dirilis pada 2 Juli lalu. Sejumlah bank lainnya yang dalam proses go digital seperti Bank BRI Agroniaga, Bank Capital, Bank Harda Internasional, Bank QNB Indonesia, dan KEB Hana Bank.

Baca juga: Sah! Kini Bank Jateng Resmi Berkolaborasi dengan RS UNS Surakarta

Sementara itu, Presiden Direktur Utama Bank BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa hanya akan ada 3 bank digital yang dapat menguasai di Indonesia.

“Jika kita bernostalgia sekitar awal tahun 1990, Indonesia mempunyai sekitar 200 bank, namun tepat pada tahun 1998, terfilterisasi secara alam, jadi sekarang kemungkinan besar hanya 8-9 bank yang dapat menguasai pangsa pasar.” ujar Jahja

“Dengan demikian, saya juga berpikir yang sama bahwa tren bank digital juga akan seperti itu, hanya ada 3 yang mempunyai kekuatan untuk berlanjut” lanjutnya.

Sebagai contoh di Korea Selatan hanya memiliki satu bank digital saja yakni Kakao Bank, dengan capaian pendapatan per kapita sekitar US$33,790 di tahun 2019.

“Selain itu, di Jepang dan Thailand hanya punya satu bank digital dengan pendapatan per kapita yang sangat tinggi. Artinya, at the end of the day (pada akhirnya) si setiap negara itu hanya mempunyai 1 bank digital dengan kekuatan besar dan tidak akan lebih dari 3, itu menurut saya.” tegasnya.

Fokus Bank Digital yakni Menghimpun Dana

Fokus Bank Digital yakni Menghimpun Dana

Salah satu strategi utama bank digital yakni menggenjot penghimpunan dana atau funding. Maka dari itu, tak heran banyak bank digital yang berlomba-lomba memasang strategi menarik nasabah baru untuk menyimpan dana sebanyak mungkin di rekening bank tersebut.

Sebagai contoh, NEO+ aplikasi resmi dari Bank Neo Commerce yang menawarkan bunga simpanan yang sangat tinggi. Di kutip dari akun Instagram resmi Bank Neo Commerce, bank digital tersebut menawarkan sejumlah bunga tabungan sekitar 6 persen per tahun dan bunga simpanan deposito sekitar 8 persen pertahunnya.

Disisi lain, yang tak kalah menarik seperti SeaBank yang merupakan bank digital dari marketplace terbesar se-Asia Tenggara, mengumumkan di aplikasinya bahwa bunga yang dibayarkan secara harian.

Selain itu, SeaBank juga menawarkan gratis biaya transfer antar bank, biaya admin dan juga biaya lainnya khusus pengguna Shopee. Dikarenakan aplikasi SeaBank dapat terhubung langsung dengan e-commerce Shopee.

Sebenarnya bunga simpanan yang ditawarkan oleh para bank digital sudah diatas tingkat bunga yang dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) di Indonesia.

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Dewan Komisioner LPS pada Juni lalu mengatakan bahwa simpanan dengan bunga di atas bunga penjaminan sudah tidak dijamin oleh LPS. Maka dari itu, pihak bank harus memberikan kejelasan kepada para nasabahnya terkait hal tersebut.

Ini menyangku resiko yang dialami, dia menambahkan bahwa penawaran bungan simpanan yang terlalu tinggi tidak menyalahi pihak bank, selama bank mampu menjelaskan kepada para nasabahnya terkait resiko itu.

“Karena kalu memang nasabah sudah benar-benar paham bahwa high return itu selalu beriringan dengan high risk seperti halnya berinvestasi, maka dianggap sah-sah saja.” jelasnya.

Meski demikian, pihak LPS terus memantau dan memastikan para bank digital untuk melakukan sosialisasi kepada para nasabahnya terkait resiko tersebut.

Sah! Kini Bank Jateng Resmi Berkolaborasi dengan RS UNS Surakarta

Bank Jateng resmi bekerja sama dengan RS UNS Surakarta

Pada tanggal 25 Agustus 2021, PT. BPD Jateng atau yang sekarang disebut dengan Bank Jateng. Kini resmi berkolaborasi dengan Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Bank Jateng merupakan salah satu bank yang berfungsi untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat khususnya di daerah Jawa tengah. Pusat lokasi bank ini terletak di kota Semarang yang berdiri pada tahun 1963.

Asal muasal berdirinya bank tersebut dicetus oleh Pemerintah Daerah setempat, tokoh pengusaha swasta di Jawa Tengah dan juga beberapa tokoh masyarakat sekitar yang secara khusus untuk membantu perekonomian pemerintah dalam hal pembangun daerah atau kota.

Baca juga: Himpunan Bank-bank Negara Mulai Salurkan Bansos, Segini Besarannya!

Kerja Sama Host to Host Untuk Sistem Digitalisasi Pembayaran

Sah! Kini Bank Jateng Resmi Berkolaborasi dengan RS UNS Surakarta

Acara kerja sama tersebut berlokasi RS UNS Surakarta dengan menandatangani surat Perjanjian Kerja Sama (PKS). Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama (Dirut) RS UNS Surakarta Bapak Profesor Hartono dan juga Pimpingan Utama Bank Jateng Cabang Surakarta Bapak Djaka Nur Sahid.

Prof Hartono menyebut bahwa dengan adanya kerja sama ini, pembayaran tagihan pasien rumah sakit dapat beralih menjadi ke digital yang sebelumnya masih menggunakan sistem manual.

“Integrasi digitalisasi pembayaran pasien rumah sakit bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa terhalang oleh jarak dan waktu, sehingga memudahkan kegiatan bertransaksi bagi para pasien. Sebelumnya masih manual dengan adanya kerja sama ini, semua dapat dialihkan.” tuturnya pada media setempat.

Kerja sama ini membuat pembukuan rumah sakit memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi dimana kedua hal tersebut menjadi pendukung akreditasi yang sudah terdigitalisasi.

Sehingga memudahkan pihak rumah sakit dalam hal akuntabilitas pembayaran di era digital ini yang semuanya bisa dilakukan dari mana saja. Dan juga memudahkan para keluarga pasien yang terhalang oleh jarak bisa melakukan transaksi online up to date pada hari itu juga sehingga semuanya merasa aman dan nyaman.

Menurutnya, kerja sama Host to Host ini sudah memenuhi standar 17 modul SIM rumah sakit yang mana salah satu diantaranya yakni modul bridging BPJS dimana pihak RS UNS Surakarta menjadi pilot projects.

Kemudian Bapak Djaka menambahkan bahwa kerja sama Host to Host ini merupakan rangkaian realisasi antara pihak bank dengan pihak rumah sakit. Karena Bank Jateng pernah memenangi beauty contest perbankan ditingkat nasional.

Harapannya, semoga kedepannya nanti setelah kerja sama ini pelayanan Bank Jateng dapat lebih optimal lagi dalam urusan perbankan unuk melayani pasien dan juga masyarakat luas.

Sesuai dengan motonya: “Bersama Menjalin Hubungan Bisnis Yang Berkelanjutan”, Bank Jateng senantiasa sangat terbuka untuk siapapun yang akan menjalin kerja sama digitalisasi transaksi keuangan baik swasta maupun negeri.

Dan juga, kerja sama Host to Host ini tidak akan berhenti sampai ini, namun bisa terus berlanjut untuk kedepannya nanti.

Himpunan Bank-bank Negara Mulai Salurkan Bansos, Segini Besarannya!

Himbara mulai salurkan bansos

Himpunan Bank-bank milik negara (Himbara) mulai menyalurkan bantuan sosial pada masa PPKM Darurat mencapai sekitar 47,4 triliun kepada 26,1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Direktur Hubungan Kelembagaan PT. BNI (Persero) Tbk Sis Apik mennyebut bahwa penyaluran bansos itu terdiri dari penyaluran Kartu Sembako yang terdiri dari sembilan tahap.

Lalu, juga berupa penyaluran kepada Program Keluarga Harapan (PKH).

“Untuk realisasinya kepada PKH mencapai 98,22 persen dengan total nominal sebesar Rp. 47,4 triliun” ungkap Ketua Himbara Sunarso dikutip dalam Kinerja Himbara dalam penyaluran Bansos 2021, Jumat (3/9/2021)

Perinciannya sebagai berikut:
Untuk penyaluran Kartu Sembako tahap 1-6 mencapai Rp. 17,98 triliun
– BRI Rp. 6,27 triliun
– Mandiri Rp. 4,28 triliun
– BNI Rp. 6,7 triliun
– BTN Rp. 725,01 miliar

Untuk penyaluran Kartu Sembako tahap 7-9 mencapai Rp. 9,44 triliun
– BRI Rp. 3,36 triliun
– Mandiri Rp. 2,15 triliun
– BNI Rp. 3,51 triliun
– BTN Rp. 411,17 miliar

Dan untuk penyaluran PKH mencapai 20,04 triliun
– BRI Rp. 7,97 triliun
– Mandiri Rp. 4,09 triliun
– BNI Rp. 7,29 triliun
– BTN Rp. 681,85 miliar

Tugas Himbara Dalam Menyalurkan Bansos

Bank BUMN mulai salurkan bansos

Meski begitu, penyaluran bansos oleh para bank milik BUMN tersebut tidak semuanya berjalan mulus. Sis Apik mengungkapkan ada juga beberapa kendala yang dihadapi sehingga dana bansos tidak bisa disalurkan kepada penerima dan berakhir dikembalikan ke kas negara.

“Himbara sudah mengembalikan dana bantuan baik Kartu Sembako maupun PKH dengan total nominal sebesar Rp435 miliar sampai 31 Agustus 2021,” pungkasnya.

Pengembalian dana yang dilakukan oleh BRI sebesar Rp163,36 miliar, Mandiri Rp77,68 miliar, BNI Rp173,64 miliar, dan BTN Rp21,03 miliar.

Baca juga : Survei Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Ini Dia Jawaranya!

Dirinya juga mengatakan pengembalian ini dilakukan karena ternyata ada ketidaksesuaian data penerima, sehingga agar tetap tepat sasaran dikembalikan dulu ke negara sambil menunggu hasil verifikasi dari pemerintah.

Tak hanya menyalurkan bansos, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bank-bank pelat merah juga menyalurkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada para pelaku usaha kecil. Total penyaluran BPUM mencapai Rp14,11 triliun per 31 Agustus 2021.

Namun Sunarso menegaskan bahwa tugas dan tanggung jawab Himbara dalam menyalurkan Bansos yaitu melakukan proses pembukaan rekening bank terkait dan mencetak Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sesuai peraturan Kementerian Sosial.

Setelah mencetak KKS dari Kemensos dengan SLA 30 hari, lalu melakukan pelaporan progress data penyaluran dana bantuan tersebut.

Kemudian nantinya melakukan koordinasi bersama-sama dengan Tim Koordinasi Tingkat 1 dan 2 dalam hal pendistribusian KKS, baik monitoring maupun tahap evaluasi penyaluran.

Dan menindaklanjuti peraturan dari Kemensos untuk melakukan pemblokiran serta mengembalikan dana bantuan sosial tersebut ke Kas Negara sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

Mantap, Sepertinya Rupiah Mau Menguat Hari Ini!

Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 2 September 2021", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20210902/93/1436942/nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar-as-hari-ini-kamis-2-september-2021?utm_source=Desktop&utm_medium=Artikel&utm_campaign=BacaJuga_1. Author: Lorenzo Anugrah Mahardhika Editor : Hafiyyan Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini: Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Tampaknya pada hari ini Kamis (2/9/2021) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada awal transaksi mengalami penguatan 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp. 14.229 per dolar AS jika dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp. 14.255 per dolar AS.

FX Senior Dealer Bnak Sinarmas Deddy menuturkan pada hari kedua perdagangan September 2021 akan bergerak di kirsaran antara Rp. 14.250 – Rp. Rp. 14.350 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan mengalami pelemahan namun terbatas.” tuturnya pada Rabu (1/9/2021)

Sementara menurut pengamat pasar uang yakni Ariston Tjendra mengatakan bahwa dolar AS masih memperlihatkan kelemahan setelah data tenaga kerja AS versi swasta untuk bulan Agustus semalam dirilis jauh di bawah ekspektasi, yakni Rp. 374.000 versus Rp. Rp. 640.000.

“Hal ini mengindikasikan sektor tenaga kerja masih belum pulih seperti pada saat sebelum pandemi dn bisa menjadi alasan Bank Sentral untuk memperpanjang kebijakan suku bunga rendah.” tuturnya.

Nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS hari ini dengan indikasi di atas, menurutnya.

Baca juga: Survei Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Ini Dia Jawaranya!

“Namun penguatan mungkin terbatas karena pelaku pasar masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) versi pemerintah yang akan dirilis Jumat malam. Indikasi yang sama dengan data dari swasta bisa mendorong pelemahan dolar AS” lebih lanjut katanya

Kurs Dolar terhadap Rupiah di sebuah Bank Negara di Indonesia, Kamis 2 September 2021

Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Forward (NDF).

Non-deliverable forward (NDF) adalah kontrak derivatif valuta asing dimana dua pihak setuju untuk menukar uang tunai dengan kurs tertentu di masa depan.

Pasar NDF belum ada di Indonesia, saat ini hanya tersedia di pusat-pusat keuangan Internasional seperti Hong Kong, New York, Singapura dan London.

Dengan kata lain, NFD ini secara sederhana juga dapat dikatakan seperti kontrak forward, yang artinya kontrak membeli atau menjual valas dalam jang waktu tertentu dengan menggunakan kurs yang telah ditentukan di awal.

Manfaat NFD ini adalah sebagai upaya lindung nilai atau hedging. Meski demikian, Non Deliverable Forward ini justru sering dimanfaatkan untuk berspekulasi guna mencari untung secara cepat.

Konsep forward dan non-deliverable forward ini memiliki perbedaan. Dalam forward, kedua belah pihak harus menyerahkan uang masing-masing pada kurs yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tersebut.

Sementara itu, dalam NFD, kedua belah pihak hanya menyerahkan selisih kurs hasil tebakan, namun bukan dalam rupiah, melainkan dalam bentuk dollar AS.

NFD ini rata-rata dilakukan dalam jangka satu bulan sampai satu tahun. Para investor umumnya menggunakan NFD untuk lindung nilai mata uang negara berkembang karena mata uang itu tidak dapat digunakan untuk trasaksi secara bebas di luar negeri.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot yang mana sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami fundamental perekonomian Indonesia.

Maka dari itu, Bank Indonesia (BI) pun membentuk pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) yakni instrumen lindung nilai dengan transaksi dimana penyelesaian transaksi dilakukan dalam mata uang Rupiah.

Dengan begitu, diharapkan psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri

Survei Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Ini Dia Jawaranya!

Menurut Survei Kadence International Indonesia mengungkap bahwa 5 dompet digital paling populer di Indonesia

Menurut Survei Kadence International Indonesia yang menyimpulkan bahwa ada 5 dompet digital paling populer di Indonesia mulai memiliki sifat dan ciri khas tersendiri dari sisi penggunaan konsumen maupun promosi yang dibuatnya.

Hal ini terungkap dalam riset berjudul ‘Penggunaan dan Perilaku Pengguna Pembayaran Digital dan Layanan Keuangan di Indonesia’ yang dipublikasikan pada bulan Agustus tahun ini.

Riset yang digelar sebulan sebelumnya ini melibatkan kurang lebih 1.000 responden melalui survei online di beberapa kota besar di Indonesia yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Palembang. Survei meneliti pola perilaku pengguna aktif 14 platform pembayaran digital.

Sebastian selaku Quantitative Director Kadence, mengatakan bahwa pembayaran digital turut berperan dalam pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia, sejalan dengan peningkatan literasi digital konsumen di kota besar di era industri 4.0 ini.

“Selain menghadirkan kemudahan dan keamanan bertransaksi, adanya fitur layanan keuangan digital lain, seperti investasi dan asuransi pun menarik minat masyarakat. Hal ini tentu saja dapat memberikan efek positif terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional yang berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 30 Agustus 2021.

Riset menunjukkan responden di Jabodetabek, Bandung, dan Medan, rata-rata bisa menyebut lebih dari 6 platform. Tak jauh beda dengan responden di Makassar, Surabaya, dan Palembang yang bisa menyebutkan 4-6 platform.

Namun, hanya responden di Jabodetabek dan Bandung yang pernah menjajal dan menggunakan lebih dari 4 platform dompet digital dalam satu smartphonenya.

Semua responden serentak menggunakan setidaknya 2-3 dompet digital dalam satu atau dua bulan terakhir. Bahkan, 54 persen di antaranya mengaku rata-rata menggunakan transaksi via dompet digital 4 kali dalam seminggu. Antara lain, untuk pembelian pulsa, pemesanan makanan, belanja online, pembayaran tagihan, transportasi, produk asuransi dan investasi.

5 Platform Mendominasi

5 dompet digital populer

Tampak bahwa 5 platform paling mendominasi, di mana yang paling sering digunakan responden berturut-turut OVO (35 persen), GoPay (25 persen), ShopeePay (30 persen), DANA (6 persen), dan LinkAja (4 persen).

Berdasarkan kesadaran merek, hanya OVO, GoPay, dan DANA yang bisa mengena ke hati lebih dari 90 persen responden. Namun, dari pengguna aktif, OVO, GoPay, dan ShopeePay yang merajainya, mampu digunakan lebih dari separuh total responden.

Baca juga : Mantap, Sepertinya Rupiah Mau Menguat Hari Ini!

Berdasarkan tipe transaksi online, pengguna OVO dan GoPay sama-sama didominasi pemesanan makanan. Sementara itu, ShopeePay lebih banyak menyasar segmen belanja online e-commerce, sementara DANA dan LinkAja untuk topup pulsa & pembayaran tagihan listrik dan lain-lain.

Adapun, untuk transaksi offline, semuanya sama-sama kuat untuk belanja di minimarket dengan digunakan lebih dari 70 persen pengguna, kecuali GoPay yang hanya 68 persen. Adapun, LinkAja juga tampak kuat digunakan untuk jenis pembayaran F&B merchant dan retail.

Terakhir, berkaitan persepsi masyarakat terhadap suatu merek, OVO dan GoPay unggul dari sisi kepercayaan masyarakat, persepsi terhadap pembayaran yang aman baik, dan dianggap paling mudah digunakan, kendati OVO memimpin lebih tinggi.

Selain itu, keduanya juga dianggap memiliki reputasi yang paling baik, mudah membeli produk keuangan, dan mendukung inklusifitas dalam akses produk keuangan yang lebih baik.

Sementara itu, untuk OVO mendapat poin tertinggi dari sisi tersedia di banyak merchant di seluruh kota besar. Pengulangan penggunaan oleh pengguna yang mencerminkan banyaknya manfaat yang mereka dapatkan ketika bertransaksi menggunakan OVO.

Menariknya, platform ShopeePay unggul menjadi yang teratas dipilih oleh responden dari satu sisi, yaitu gencarnya promosi menarik yang dilakukan serta biaya top up yang paling murah, dan cenderung digunakan bertransaksi kebutuhan harian seperti peralatan rumah tangga, produk perawatan diri dan kesehatan serta pembelian barang elektronik.

Secara ShopeePay merupakan dompet digital E-Commerce raksasa yakni Shopee yang terdapat di beberapa negara di Asia Tenggara.

“Hal ini tentu berkaitan dengan ekosistem ShopeePay yang terhubung dengan Shopee sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia,” pungkasnya.

Adapun, dari segi usia pengguna, dibandingkan dengan pembayaran digital lain OVO menjadi pilihan bagi pengguna di usia produktif (antara 25-45 tahun) seluruh gender dengan komposisi yang hampir imbang yaitu laki-laki sebesar 51 persen dan perempuan 49 persen.

Berimbangnya komposisi pengguna juga dialami oleh DANA dengan perbandingan 55 persen laki-laki dan 45 persen perempuan. Sedangkan GoPay dan ShopeePay lebih disukai oleh responden yang berada di kalangan usia kaum muda (antara 18-24 tahun), dengan pengguna GoPay didominasi oleh pria, sedangkan pengguna ShopeePay didominasi oleh wanita.

Penggunaan platform pembayaran digital pun semakin meluas dan menyebar di seluruh penjuru Tanah Air. Berbagai instrumen layanan keuangan digital pun turut dihadirkan para pemain pembayaran digital ini dalam ekosistemnya seperti pembayaran asuransi dan produk investasi.

Tren investasi serta kebutuhan masyarakat tentang proteksi kesehatan memang semakin meningkat di kala pandemi seperti ini.

Terkait adanya instrumen layanan keuangan digital lain pada platform pembayaran digital, OVO mencatat poin tertinggi dalam kesadaran responden terhadap fitur asuransi dan investasi.

Sebesar 63 persen responden mengenal fitur investasi di OVO atau yang bernama OVO | Invest, dan 54 di antaranya pernah menggunakan fitur tersebut.

Sedangkan GoPay dan ShopeePay lebih memimpin dari sisi kesadaran responden terhadap fitur PayLater atau yang kita kenal dengan belanja dahulu bayar nanti yang dihadirkan, dengan raihan masing-masing 58 persen dan 59 persen.

“Kita harus mengapresiasi berbagai inovasi yang dihadirkan para pemain pembayaran digital di Indonesia untuk menghadirkan kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital.

Kami harap para pemain pembayaran digital dapat memaksimalkan perannya dalam memajukan dan memperkuat ekosistem ekonomi digital yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh semua pihak,” pungkas Sebastian.

Kadence International optimis semakin banyak masyarakat yang tersentuh kemudahan layanan keuangan digital semakin maju pula perekonomian Indonesia ke depannya.