Ibu Kota Negara Jadi Pindah, Aset yang Ada di Jakarta Buat Apa

Pemerintah memastikan untuk proses pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke pulau Kalimantan tetap berlanjut. Saat ini Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu) tengah bekerja untuk memetakan aset-aset kementerian atau kelembagaan yang ada di Jakarta.

Menurut Rionald Silaban yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara di Kementerian Keuangan mengatakan bahwa saat ini belum ada kepastian dan proses yang berlangsung terkait dengan pemanfaatan atau penyerahan aset kementerian dan kelembagaan tersebut.

“Biasanya semua proses itu dilakukan setelah kita pindah, dimana pengguna barang yang akan menyerahkan kepada kami sebagai pengelola aset atau barang,” ujar Rional dalam rapat virtual bersama DJKN Kemenkeu pada tanggal 9 September 2021.

“Lagi pula, jika memang suatu kementerian dan kelembagaan dipindahkan, belum tentu semua asetnya tidak dapat digunakan lagi,” sambungnya.

“Maka dari itu dugaan kami, setelah proses ibu kota negara dipindahkan, barulah kami yang sebagai pengelola barang atau aset berdiskusi dengan pengguna barang atau aset tentang barang atau aset yang akan mereka tinggalkan. Jika suatu kementerian atau kelembagaan jadi dipindahkan, kita tidak berasumsi bahwa mereka tidak membutuhkan barang aset tersebut.” terangnya.

Kajian Mengenai Pemetaan Aset-aset yang Ada di Jakarta.

Kajian Mengenai Pemetaan Aset-aset yang Ada di Jakarta.

Disisi lain, Encep Sudarwan selaku Direktur Barang Milik Negara menyebutkan bahwa untuk pemanfaatan setiap barang atau aset yang ada di kementerian dan kelembagaan terus dikaji. Ia juga mengatakan bahwa dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyesuaikan pemanfaatan barang atau aset dengan tata ruang kota di Jakarta.

“Saat ini kami sedang mengkaji seluruh barang atau asetnya ini untuk diapakan bagusnya, mekanismenya seperti apa, investornya juga dari mana saja, dan berapa perkiraan total perolehan nilainya dalam bentuk rupiah. Semua terus di kaji oleh pihak kami karen aada banyak ratusan bahkan hingga ribuan barang atau asetnya. Maka dari itu, kami bersama tim juga melakukan koordinasi kepada Pemprov DKI Jakarta tentang barang atau aset tersebut dan setelah pindah nantinya akan jadi apa tata ruang kota yang ada di Jakarta. Semuanya harus sinkron dan memenuhi segala prosedur yang ada,” jelasnya.

Baca juga: Wijaya Karya Raih Rp. 2,5 Triliun dari Hasil Penerbitan Surat Utang

Dirinya juga mengatakan bahwa pandemi COVID-19 menghambat proses semuanya, terjadi kendala yangharus kita kerjakan. Namun pihaknya akan terus bekerja untuk memastikan pemetaan tentang pemanfaatan barang atau aset tersebut agar bisa berjalan dengan lancar.

“Pihak kami akan terus bekerja, di DKI kan juga sudah kita pilah satu-satu barang atau aset ini bagusnya dijadikan apa, ini itu jadi apa, semua sudah ada kajiannya, dan memang sejak pendemi COVID-19 prosesnya agak terganggu. Kalau nantinya ada kementerian dan kelembagaan yang akan pindah duluan, pasti nanti akan ada pengumuman resminya terkait hal itu dan juga untuk pemanfaatannya juga, semua akan jadi satu kawasan,” tandasnya.