Krakatau Steel Efisiensi Pegawai, Dirut Krakatau: Jumlah Pegawai Ideal 2.500 Akhir Tahun 2021

Silmy Karim yang merupakan Direktur Utama (Dirut) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa perusahaannya akan terus mengurangi jumlah pegawainya hingga sampai akhir tahun 2021 yang akhirnya akan berjumlah 2.500 orang.

“Menurutnya, ideal karyawan di perseroan hingga akhir tahun ini berjumlah 2.500 pegawai,” ujar Silmy pada Sabtu (25/9/2021). Ia juga mengatakan bahwa perusahaannya sudah memulai mengurangi pegawainya sejak tahun 2019 lalu.

Sampai saat ini, perseroan aktif sudah mengurangi jumlah karyawannya sampai dengan 62 persen menjadi 2.929 orang yang seblumnya berjumlah 7.710 orang. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk regenerasi karyawan usia produktif yang paling banyak didominasi oleh orang muda, sehingga kinerjanya lebih produktif dan juga bentuk penguatan organisasi dalam lingkungan kerjanya.

Pengurangan pegawainya dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya ialah pensiun dipercepat, spin off divisi agar bisa menjadi profit center dari yang sebelumnya cost center. Selain itu juga, perseroan juga tidak akan memperpanjang masa kontrak kerja para pegawainya. “Saya juga tidak akan memperpanjang masa kontrak kerja,” tutur Silmy.

Selain itu juga, perseroan juga tidak akan mengganti para pegawainya yang sudah akan memasuki usia pensiun. Silmy menyebutkan bahwa perusahannya kini mengembangkan pemimpin-pemimpin muda potensial dalam setiap unitnya dan direksinya, baik di pusat induk maupun pada anak usahanya.

“Krakatau Steel sudah mulai melakukan pengurangan karyawannya hinggga 62 persen dari total jumlah karyawan 7.710 orang yang menjadi saat ini 2.929 orang,” jelasnya dalam keterangan resmi pada hari Jumat (24/9/2021)

Sejak bulan Agustus 2021, Krakatau Steel sudah menekan fixed cost sampai dengan 16 persen dan variable cost sampai dengan 8 persen. Kata Silmy, langkah efisiensi ini meneruskan penghematan yang sudah dilakukan pada tahun 2020 dengan menurunkan biaya operasional sampai dengan 41 persen.

Silmy juga menjelaskan, dari segi transformasi, produsen baja pelat merah itu sudah mengubah budaya kerjanya menjadi performance culture sehingga proses kerja jadi lebih lincah dan cepat. “Sesuai dengan visi dan misi kami yang baru , saat ini Krakatau Steel lebih kompetitif, untung, dan terpercaya,” pungkasnya.

Sampai dengan akhir bulan lalu, perseroan dengan koden saham KRAS itu terus mencatatkan ten peningkatan kinerja yang positif dengan mengantongi laba bersih sebesar Rp. 800 miliar. Diperkirakan, laba bersih itu naik lompat tinggi 54 persen dari realisasi periode sebelumnya paada periode tahun 2020 yaitu sekitar Rp. 362,5 miliar.

Dari sisi produksi Krakatau Steel bisa mencapai 1.307 juta sampai dengan bulan Agustus 2021. Angka itu diduga naik 45 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 900 ribu ton.

Krakatau Steel Efisiensi Karyawan, OJK Minta Warga Waspada

Krakatau Steel Efisiensi Karyawan, OJK Minta Warga Waspada

Dengan adanya pengurangan karyawan pada PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk yang dimulai per tanggal 25 September 2021 hingga 62 persen menjadi 2.929 orang yang sebelumnya 7.710 orang totalnya.

Baca Juga: Inilah Kurs dollar-rupiah di BCA pada Senin 27 September 2021

Dengan begitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi yang dimilikinya termasuk juga dalam bertansaksi di dalam perbankan.

OJK juga mengingatkan 6 Data Finansial nasabah ini tidak boleh disebar ke siapa pun. OJK terus mengingatkan agar masyarakat agar selalu waspada menjaga kerahasiaan data pribadinya, termasuk dalam bertransaksi perbankan. Apalagi saat ini modus kejahatan kian beragam dan semakin canggih.

Melalui unggahan di Instagram resmi OJK @ojkindonesia pada hari Jumat, 24 September 2021, diperlihatkan sebuah video pendek berdurasi sekitar 2 menit. Video itu pada intinya mengajak nasabah untuk berhati-hati ketika mendapatkan kode one-time password atau OTP dari suatu bank.

Di dalam video itu diperlihatkan seorang nasabah mendapat kiriman pesan lewat WhatsApp dari nomor tak dikenal. Pesan itu menginformasikan bahwa terjadi kesalahan transfer oleh suatu bank sehingga bank tersebut akan mendebet rekening nasabah.

Bank itu kemudian menyatakan bakal membatalkan transaksi dan akan mengirimkan sms kode pembatalan ke nomor ponsel nasabah. Nasabah lalu diminta menelepon ke nomor tertentu bila merasa tidak jelas dengan informasi tersebut.