Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 2 September 2021", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20210902/93/1436942/nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar-as-hari-ini-kamis-2-september-2021?utm_source=Desktop&utm_medium=Artikel&utm_campaign=BacaJuga_1. Author: Lorenzo Anugrah Mahardhika Editor : Hafiyyan Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini: Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Tampaknya pada hari ini Kamis (2/9/2021) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada awal transaksi mengalami penguatan 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp. 14.229 per dolar AS jika dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp. 14.255 per dolar AS.

FX Senior Dealer Bnak Sinarmas Deddy menuturkan pada hari kedua perdagangan September 2021 akan bergerak di kirsaran antara Rp. 14.250 – Rp. Rp. 14.350 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan mengalami pelemahan namun terbatas.” tuturnya pada Rabu (1/9/2021)

Sementara menurut pengamat pasar uang yakni Ariston Tjendra mengatakan bahwa dolar AS masih memperlihatkan kelemahan setelah data tenaga kerja AS versi swasta untuk bulan Agustus semalam dirilis jauh di bawah ekspektasi, yakni Rp. 374.000 versus Rp. Rp. 640.000.

“Hal ini mengindikasikan sektor tenaga kerja masih belum pulih seperti pada saat sebelum pandemi dn bisa menjadi alasan Bank Sentral untuk memperpanjang kebijakan suku bunga rendah.” tuturnya.

Nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS hari ini dengan indikasi di atas, menurutnya.

Baca juga: Survei Dompet Digital Terpopuler di Indonesia, Ini Dia Jawaranya!

“Namun penguatan mungkin terbatas karena pelaku pasar masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) versi pemerintah yang akan dirilis Jumat malam. Indikasi yang sama dengan data dari swasta bisa mendorong pelemahan dolar AS” lebih lanjut katanya

Kurs Dolar terhadap Rupiah di sebuah Bank Negara di Indonesia, Kamis 2 September 2021

Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Forward (NDF).

Non-deliverable forward (NDF) adalah kontrak derivatif valuta asing dimana dua pihak setuju untuk menukar uang tunai dengan kurs tertentu di masa depan.

Pasar NDF belum ada di Indonesia, saat ini hanya tersedia di pusat-pusat keuangan Internasional seperti Hong Kong, New York, Singapura dan London.

Dengan kata lain, NFD ini secara sederhana juga dapat dikatakan seperti kontrak forward, yang artinya kontrak membeli atau menjual valas dalam jang waktu tertentu dengan menggunakan kurs yang telah ditentukan di awal.

Manfaat NFD ini adalah sebagai upaya lindung nilai atau hedging. Meski demikian, Non Deliverable Forward ini justru sering dimanfaatkan untuk berspekulasi guna mencari untung secara cepat.

Konsep forward dan non-deliverable forward ini memiliki perbedaan. Dalam forward, kedua belah pihak harus menyerahkan uang masing-masing pada kurs yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tersebut.

Sementara itu, dalam NFD, kedua belah pihak hanya menyerahkan selisih kurs hasil tebakan, namun bukan dalam rupiah, melainkan dalam bentuk dollar AS.

NFD ini rata-rata dilakukan dalam jangka satu bulan sampai satu tahun. Para investor umumnya menggunakan NFD untuk lindung nilai mata uang negara berkembang karena mata uang itu tidak dapat digunakan untuk trasaksi secara bebas di luar negeri.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot yang mana sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami fundamental perekonomian Indonesia.

Maka dari itu, Bank Indonesia (BI) pun membentuk pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) yakni instrumen lindung nilai dengan transaksi dimana penyelesaian transaksi dilakukan dalam mata uang Rupiah.

Dengan begitu, diharapkan psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri