OJK Mencabut Izin 7 Pinjaman Online Legal, Ini Alasannya!

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan 7 pinjaman online (pinjol) dari daftarnya. Jumlah pinjaman online (pinjol) yang terdaftar dan berizin dari OJK berkurang. Awalnya daftar pinjaman online ada 114 pinjol dan kini sisanya tinggal 107 pinjol yang terdaftar dan berizin OJK.

Daftar 7 pinjol tersebut yang dicabut izinnya di antaranya PT Pundiku Mitra Sejahtera, PT Oke Ptop Indonesia, PT Solusi Bijak Indonesia, PT Berkah Finteck Syariah, PT Serba Digital Teknologi, PT Prima Fintech Indonesia, dan PT BBX Digital Teknologi.

Daftar tersebut menyusut dari catatan bulan sebelumnya atau yang terdaftar dan berizin sejumlah 114 pinjol kini hanya tinggal 107 pinjol. Pencabutan pinjol tersebut dikarenakan ketidakmampuan para penyelenggara untuk meneruskan kegiatan operasionalnya.

Untuk informasi lebih lanjut dan lengkapnya mengenai daftar pinjol resmi terbaru dapat dilihat dan diakses di website resmi OJK yakni www.ojk.go.id.

OJK tak henti-hentinya dan terus mengimbau kepada masyarakat agar selalu mimilih pinjol yang sudah terdaftar dan berizin resmi dari OJK. Gunakan selalu sesuai kebutuhan dan bijaklah dalam menggunakannya.

“Untuk mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan yang diterima oleh para pinjol, silakan menghubungi Kontak OJK 157 dengan melalui nomor telepon 157 atau bisa juga melalui aplikasi pesan singkat layanan WhatsApp di nomor 081-157157-157,” jelas OJK.

Baca Lain: Terpopuler Bisnis: Tanggapan Luhut soal Sekolah PTM hingga Sri Mulyani Kritik Sandiaga

Ini 8 Ciri-ciri Pinjol Ilgal yang Harus Kamu Ketahui!

Ini 8 Ciri-ciri Pinjol Ilgal yang Harus Kamu Ketahui!

Ini 8 Ciri-ciri Pinjol Ilgal yang Harus Kamu Ketahui! menurut OJK. Simak penjelasan berikut ini.

1. Aplikasi atau website pinjol sudah jelas dan pasti tidak terdaftar dan berizin dari OJK. Masyarakat Indonesia bisa mengakses situs resmi milik OJK secara berkala melalui www.ojk.go.id.

2. Pinjol ilegal selalu menawarkan jasa pinjamannya melalu pesan singkat seperti SMS, WhatsApp dan lain-lain.

3. Bunga dan denda yang diberikan dan dikenakan oleh pinjol ilegal sangat tinggi bahkan ada yang sampai 4 persen per harinya.

4. Banyak dari antara pinjaman online ilegal selalu membebankan para pengguna jasa pinjamannya dengan biaya tambahan lainnya yang tak tertulis dalam surat perjanjian awalnya, biasanya sangat tinggi beban tersebut.

5. Untuk durasi waktu pelunasan biasanya sangat singkat tidak sesuai dengan kesepakatan di awalnya.

6. Pihak pinjol ilegal meminta akses yang sifatnya sangat privasi seperti kontak telepon. album foto dan video, dan juga akses lokasi berjalan di handphone kita.

7. Dalam hal melakukan penagihan, biasanya pinjol ilegal kerap melakukan teror dan juga intimidasi bahkan hingga sampai pelecehan baik verbal maupun non verbal kepada si peminjam.

8. Pinjol-pinjol ilegal tidak mempunyai layanan khusus pengaduan dan alamat kantor yang jelas jika sewaktu-waktu para peminjam mempunyai kendala yang dihadapi.

Itulah beberapa ciri-ciri pinjol ilegal yang tidak terdaftar dan berizin dari OJK. Selalu waspada jika mendapatkan penawaran yang menggiurkan. Terlebih jika benar-benar mendesak untuk membutuhkan jasa pinjaman, carilah yang terdaftar dan berizin OJK dan gunakanlah dengan bijak sesuai kebutuhan.