PT Indika Energy Tbk  – Tidak main-main PT Indika Energy (INDY) tidak main-main dalam melakukan diversifikasi ke bisnis pertambangan emas, dan yakin untuk menembuas target dalam Bursa Efek Indonesia.

PT Indika Energy Tbk

PT Indika Energy Tbk tidak goyang meskipun ditengah kondisi Covid-19 ini yang masih berlangsung di dunia termasuk di Indonesia. Grup Konglomerasi ditunjuk oleh pengusaha kawakan Sudwikatmono itu baru0baru ini dan melepas kepemilikannya di emiten pelayaran PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS).

Pada awal Agustus 2021, Managamen Indika Energy telah mendatangani conditional sale and purchase aggreement terkait penjualan seluruh sahamnya di MBSS.

Head of Corporate Communication Indika Group akan terus menekan diversitifikasi bisnis disaat industri batu bara saat dalam tekanan. ia juga mengatakan tahun ini perseroan bakal focus melanjutkan ekspansi di lini usaha non batu bara yang mana sudah dimulai sejak dua tahun terakhir.Emiten bersandi saham INDY itu memperkirakan kontribusi laba bersih dari sektor non batu bara bisa mencapai 25 persen pada 2023 mendatang.

“kami sudah memantau langkah-langkah diversifikasi dalam waktu 2 tahun terakhir. Saat ini mayoritas pendapatan perusahaan masih dari batu bara”. Ujarnya

Menurut Leonardus, pembangunan fuel storage di Kariangau, Kalimantan Timur masih berjalan sesuai rencana dengan target commercial operation date (COD) pada paruh kedua 2020. saat ini, proyek masih berjalan dalam pembangunan infrastruktus pendukjung.

Entitas anak usaha PT Kariangau Gapura Terminal Energy, akan mengoprasikan untuk melakukan aktivitas dan pengiriman bahan bakar. sementara itu, entitas anak usaha lain yaitu PT Petrosea Tbk dan Tripatra multi Energi bertindak sebagai kontraktor dari proyek tersebut.

INDY menargetkan untuk menaikkan kepemilikannya sebesar 52,6 persen baik secara langsung maupun tidak langsung dalam 2 tahap. Perkiraan untuk modal yang akan dikeluarkan mencapai US$40 juta US Dollar dalam perhitungan akusi sini.

Dalam proyek ini akan ada ditargetkan mulai memproduksikan pada 2021, “kami akan terus terbuka dalam melihat segala peluang ekspansi bisnis dalam bidang yang sesuai dengan kompetensi dan kapabilitas kami didunia pertambangan Indonesia.” Imbuh Leo.