Catat! Inilah Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Keternagakerjaan adalah suatu badan program perlindungan bagi para karyawan baik pekerja lepas maupun pekerja tetap di Indonesia. Salah satu program yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan ialah asuransi berupa perlindungan Jaminan Hari Tua (JHT) yang didapatkan oleh para pekerja dari potongan pendapatan atau upah tiap bulannya.

Dana JHT ini sendiri bisa dicairkan jika pekerja sudah mengundurkan diri (resign) dari pekerjaannya atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bagi kamu yang ingin mencarikan dana BPJS Ketenagakerjaan, berikut cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Simak penjelasan berikut ini.

Bagi sebagian orang menganggap bahwa mencairkan dana JHT ini sangat sulit. Nyatanya, untuk pencairan dana JHT itu sendiri terbilang mudah jika kamu mengetahui cara-caranya dan mekanismenya yang sesuai dan berlaku di BPJS Keternagakerjaan.

Peraturan mekanisme tersebut telah diatur dan tertulis dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015. Aturan itu resmi dan sudah mulai diberlakukan oleh pemerintah terhitung sejak tanggal 1 September 2015, dengan ketentuan pencairan sebagai berikut.

1. Percairan dana JHT 100 persen bisa dilakukan dalam kurun waktu satu bulan terhitung sejak pekerja mengundurkan diri dari tempat bekerja atau terkena PHK baik sepihak maupun massal. Pencairan 100 persen ini hanya ditujukan bagi para pekerja yang sudah tidak bekerja lagi atau memiliki pekerjaan.

2. Bagi pekerja yang masih aktif dalam artian tidak mengundurkan diri dari tempat di mana ia bekerja atau pun tidak terkena PHK. Dana JHT hanya dapat dicairkan sebesar 10 persen dari total dana JHT dan maksimal 30 persen dengan syarat masa kerja pekerja minimal harus 10 tahun. Jadi hanya ada dua pilihan yakni 10 persen dan 30 peren untuk mencairkan dana JHT tersebut.

Pencairan dana 10 persen digunakan untuk keperluan mendesak atau keperluan lainnya sedangkan pencairan dana 30 persen digunakan hany auntuk keperluan pembayaran uang muka atau uang DP (Down Payment) rumah tempat tinggal.

Nah jika dua poin di atas merupakan aturan dan ketentuan yang berlaku, lantas bagaimana cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan. Dikutip dari situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, berikut cara-caranya.

Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

Pencairan dana JHT bisa dilakukan secara online karena lebih hemat biaya, waktu, dan pastinya lebih praktis. Kamu bisa melakukannya dari mana saja selama mempunyai akses dan koneksi internet yang lancar.

– Buka aplikasi BPJSKU atau bisa juga dengan meng-klik link tautan berikut https://lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id/.
– Setelah itu, lanjut dengan login pada akun BPJS Ketenagakerjaan kamu. Jika belum memilikinya, silakan buat akun dan ikuti langkah-langkahnya.
– Setelah login bermasil, pilihlah menu ‘Klaim Saldo JHT’.
– Isi semua informasi pada kolom yang tersedia sesuai dengan yang diminta.
– Lalu setelah itu, pilihlah menu ‘Jenis Klaim’. Pilihlah yang sesua dengan kondisi kamu.
– Masukkan semua data dokumen persyaratan yang diminta, kemudian klik ‘Kirim’.
– Tunggu sebentar, data kamu akan di prosess dan di verifikasi oleh petugas. Perika WhatsApp, e-mail, SMS dan juga telepon untuk mengetahui proses dan hasil verifikasinya.
– Dana JHT akan dicairkan melalui rekening yang kamu daftarkan dan juga masuk sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkan oleh petugas.

Baca Juga⇓⇓⇓

Mengulik Sejarah Kembali Mengapa Bank Century Bisa Bangkrut?