Tag: pinjaman online

Waspada! Modus Baru Pinjol Ilegal Transfer Dana Langsung Masuk ke Rekening

Waspada! Modus Baru Pinjol Ilegal Transfer Dana Langsung Masuk ke Rekening

Akhir-akhir ini masyarakat diresahkan dengan adanya transferan dana yang tiba-tiba masuk ke rekening. Padahal masyarakat tidak merasa mengajukan pinjaman online ke suatu perusahaan Fintech Lending tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta untuk seluruh masyarakat agar mewaspadai modus-modus yang membuat resah yang dilakukan oleh para perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Dalam beberapa kasus, jika nasabah tidak berhati-hati, tak awas, dan malah menggunakan dana ‘nyasar’ tersebut akan menjadi sasaran empuk bagi pinjol ilegal tersebut. Nantinya mereka akan diminta untuk membayar pinjaman online tersebut yang tak pernah diajukan pada sebelumnya. Kemudian penagih akan dengan mudahnya mengakses data pribadi, bersikap tidak sopan saat menagih bahkan mengancam dan juga mengintimidasi korban.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) yang sekaligus merupakan Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK, Tongam L Tobing mengimbau kepada para masyarakat agar lebih waspada pada awalnya. Masyarakat juga diminta agar tidak terjebak pada berita palsu yang berisikan link fiktif dan tidak menuliskan data diri sendiri di situs-situs yang belum dipastikan kebenarannya. Karena ada kemungkinan jika kita meng-klik link tautan yang awalnya menawarkan sejumlah penawaran menarik yang ternyata abal-abal atau hoaks.

Baca Artikel Lain:

Fantastis! BCA Kantongi Laba Bersih 14,5 T, Naik 18,1%

“Tak jarang masyrakat kita seringkali terjebak dalam situasi ini yang mendapatkan berita-berita palsu yang didalamnya terdapat link tautan palsu yang jika di klik maka akan mengarahkan ke halaman yang abal-abal dan data diri kita yang sifatnya privasi kemungkinan sudah diculik dan dicuri oleh mereka,” jelas Tongam beberapa hari lalu.

Menurut dia, hal ini terlihat dari indikasi rekening masyarakat uang sebenarnya dibagikan oleh mereka sendiri karena terjebak di situs website palsu. Bisa jadi kemungkinan terjadi seperti pernah mengisi kolom data diri beserta nomor rekening aktif di penipuan dengan modus undian berhadiah bodong.”

Selain itu, OJK juga kembali menegaskan bahwa platform fintech peer-to-peer (P2P) lending yang resmi tidak diperbolehkan untuk mengakses jaringan komunikasi pribadi seperti SMS dan aplikasi perpesanan instan dalam hal menawarkan layanan pinjaman online.

OJK Mengimbau Masyarakat Luas Agar Tidak Mudah Mempercayai Modus Pinjol Lainnya

OJK Mengimbau Masyarakat Luas Agar Tidak Mudah Mempercayai Modus Pinjol Lainnya

Jika masyarakat menerima penawaran pinjaman online dari SMS atau aplikasi WhatsApp, masyarakat diminta untuk membiarkan saja, menghapus pesannya dan harus memblokir nomor pinjol ilegal tersebut. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat untuk mengatasi modus penagihan yang dilakukan secara tiba-tiba oleh para pinjol ilegal dalam hal menagih pembayaran padahal masyarakat tidak merasa melakukan pengajuan pinjaman online.

“Abaikan dan harus diblokir kontak penagihnya. Jika ada tindakan mengancam dan mengintimidasi, segera lapor ke kepolisian terdekat,” menurut keterangan dari OJK pada Rabu (15/9/2021).

OJK selalu mengingatkan kepada para masyarakat agar dapat lebih berhati-hati lagi untuk menjaga keamanan data pribadinya. Caranya cukup mudah, jika mendapatkan link dari sumber yang tidak dapat dipercaya, hindari dan jangan meng-klik link atau tautan tersebut yang dikirimkan via SMS, WhatsApp atau pun melalui email pribadi.

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pada Bareskrim Polri Kombes Pol Ma’mun juga meminta seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan teliti lagi saat mengisi formulir apapun secara digital sekalipun formulir fisik.

Menurutnya, sebab data diri yang dicuri tersebut bisadi perjualbelikan bahkan bisa digunakan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan pesan yang sfatnya scam atau jenis tindakan kriminal yang menyangkut informasi data pribadi seseorang dalam digital.

“Salah satu dari sekian banyak kasus pinjaman online berawal dari pelaku yang sudah mendapatkan data diri seseorang mulai dari data pribadi sampai nomor rekening bank dari formulir-formulir yang sering ditawarkan oleh tim marketingnya. itu dokumen masyarakat yang mengisi suatu blanko di mal-mal, tempat umum seperti penjualan pulsa voucher dan lain sebagainya,” pungkasnya.

5 Alasan Bahaya Pinjol Ilegal Yang Kalian Tidak Ketahui

5 Bahayanya Pinjol Ilegal – Maraknya pinjaman Online Ilegal yang sudah banyak memakan korban di kalangan orang kebawah, Dengan anda sudah meminjam pinjolartinya hidup anda akan di tero dan data pribadi anda akan bocor ke public dan pemerasan akan terjadi di rumah anda.

5 bahaya pinjol Ilegal

Isu pinjaman online yang tidak memiliki lisensi aslian Pinjol Ilegal sepertinya tidak pernah habisnya, pasti ada aja kasus yang berkaitan dengan pinjol Ilegal yang masyarakat keluhkan, ada yng di ancam akan di bunuh sampai menjual diri mereka yang tidak mampuh membayar iuran yang sudah di sepakati, jika kalian telat 1 hari saja, kalain akan mendapatkan tero yang berkempanjangan hingga tidur anda pun terganggu.

Berita terbaru yang masuk dari kabupaten Wonogiri, jawah Tengah, dikabarkan meninggal akibat bunuh diri pada Sabtu (2/20) lalu. Kabarnya bunuh diri dilakukan karena frustasi dengan tagihan debt collector dari 23 pinjol yang berbeda dengan pinjaman masing-masing sebesar 1.6 juta sampai 3 juta rupiah di masing-masing pinjol.

Pemerinta seluruh wilayah Indonesia sudah menhimbau untuk tidak berhubungan dengan pinjol online apa lagi yang Ilegal, Pastinya dan akan mendapatkan masalah bukan menyelesaikan masalah. Jika di lihat dari cacatan satgas Waspada Investasi (SWI) ada 22.987 kasus pengaduan pinjol dari masyarakat Indonesia yang mengeluhkan atas tagihan debt collector tersebut.

Berikut bahanyanya ketika kalian berurusan dengan Pinjol Ilegal

1. Bunga dan Biaya ADM Sangat Besar
Jeanny Silvia Sari Sirati pengacara public menjelaskan bahayanya yang paling umum dari pinjaman online adalah bunga yang sangat tinggi dan biaya ADM, bunga yang sangat tinggi dari pada bunga yang berada di bank-bank ternama yang berada di indonesia, bunganya yang di tetapkan juga tidak beraturan, biasanya bunga-bunga akan di hitung 1 bulan sekali, akan tetapi jika kalian meminjam uang di pinjol bunga tersebut akan di kenakan biaya tambahan..

2. Tenor Dalam waktu Dekat
Pada umumnya, pinjaman online membemrikan batas waktu yang sudah disepkati dan batas waktu yang normal adalah sebulan, akan tetapi berbeda dengan kalian meminjam uang kepada Pinjol Online Ilegal, kalian akan diberikan batasan waktu yang sangat singkat dan harus membayar seluruh pinjalan yang sudah di sepakati dari awal. Dari sini lah peminjam akan kelabakan untuk mencari uang pinjaman untuk membayar pijol online yang dikenal tidaka da perasaan, akhirnya peminjam memilih untuk mencari pinjaman online lainnya dan hanya untuk membayar pinjaman yang pertama, disini lah nantinya bunga yang besar akan tidak menutupi yang lainnya.

3. Teror dan Ancaman
Ketika batas waktu pinjaman tidak bisa dibayar dalam waktu yang tepat, Pihak Pinjol akan memerintahkan Debt Colletor untuk menagih, biasanya tagihan pertama akan diperlakukan biasa-biasa saja, akan tetapi yang ke-2 kalinya anda akan mendapatkan Intimidasi dan teror sepanjang 24 jam. Tidak hanya itu saja Debt Colletor akan mengancam anda jika kalau tidak membayar pinjaman yang sudah di kamu pinjam.
Hasil dari surve LBH mencatat ada 72 persen pengguna pinjol dan sebagian itu adalah wanita dan sebagian wanita ada yang mengalami kekerasan pada penagihan tersebut.

4. Menyebar data Pribadi ke Public
Perusahaan pinjol Ilegal biasanya akan menggunakan mengakses data pribadi anda dan memasukin galeri anda di ponsel peminjam, dan kontak juga akan di ambil untuk menyebar foto kalian ke saudra-saudara terdekat anda.

5. Perusahaan Ilegal tidak terdaftar di OJK
Kebanyakan pinjol tidak berijin apa lagi terdaftar di OJK, ketika ada Intimidasi dan perlakuan tidak pantas, Peminjam tidak bisa mengadukan kejadian ke Otoritas.

Nah itu dia 5 Bahanya dari pinjol Ilegal, bahkan ada beberapa yang rela mengakhiri hidupnya hanya tidak ingin di teror oleh Debt Colletor pinjol.